Siddhartha Gautama berbicara tentang YESUS

Buddha – Siddhartha Gautama (Menubuatkan Kudus) Berbicara Yesus 500 tahun sebelum Yesus lahir
Dalam Buddha Suthra (Alkitab) dalam bahasa Khmer (sebuah tulisan bahasa Kamboja), ada nubuat dari sekitar 500 SM (Sebelum Kristus) tentang “Satu yang Kudus” yang akan datang. Satu yang akan memimpin orang-orang menjauh dari cara lama, dan memperkenalkan cara baru.
Buddha berkata, “Terus membuat pahala dan mencari Satu yang Kudus yang akan datang dan membantu dunia dan semua manusia di masa depan.”
Buddha menggambarkan “SATU YANG KUDUS” dengan mengatakan;
“di telapak tangan dan di telapak kaki akan desain sebuah disk, di samping akan menjadi luka tikaman; dan dahinya akan memiliki banyak tanda seperti bekas luka ….” Ini menggambarkan Yesus yang bangkit, setelah disalibkan bagi dosa-dosa kita, persis!
Gambar Wat Phra Sing Izin diberikan untuk menyalin Kitab Suci Buddha ini mengenai nubuat dari Yang Kudus (Yesus) dari Wat Phra Sing di Chiang Mai Provinsi. Orang yang memberi izin Phra Sriwisutthiwong di Bangkok. Hal ini menjamin bahwa salinan ini adalah akurat sesuai dengan yang asli, bahwa tidak ada kesalahan dalam transmisi, yang dalam kitab kepala distrik, agama bebas, volume 23, buku # 29. Penyelidikan ini dibuat pada 13 Oktober 1954 Masehi (Buddhis era 2497). Phra Sriwisutthiwong adalah Deputi Direktur Abbas dan Museum Wat Pho, Wat Pho Kuil, Thailand.
Phra Sriwisutthiwongis Abbas dan Wakil Direktur Museum Wat Pho, Wat Pho Kuil, Thailand.
Wihara Wat Pho
Buddha menubuatkan tentang Yesus Kristus (Yeshua)
Buddha Tanggal Lahir: approx. 563 Sebelum Kristus (SM)
SIDDHARTHA SPOKE OF YESUS
Buddha – Siddhartha Gautama (Foretold the Holy One) Spoke of Jesus 500 years before Jesus was born
In the Buddhist Suthra (Scriptures) in Khmer Language (a Cambodian language writing), there is a prophecy from about 500 B.C. (Before Christ) of the “Holy One” who would come. One who would lead the people away from the old way, and introduce a new way.
Buddhasaid “Keep on making merit and look for another Holy One who will come and help the world and all of you in the future.”
Buddha described the “Holy One” by saying;
“in the palm of his hands and in the flat of his feet will be the design of a disk, in his side will be a stab wound; and his forehead will have many marks like scars….” This describes the risen Jesus, after being crucified for our sins, exactly!
Picture of Wat Phra Sing Permission was granted to copy these Buddhist Scriptures regarding the prophecy of the Holy One (Jesus) from Wat Phra Sing in Chiang Mai Province . The person who gave permission was Phra Sriwisutthiwong in Bangkok . It is guaranteed that this copy is accurate according to the original, that there is no error in transmission, which is in the book of the district headman, the religious encyclopedia, volume 23, book #29. This inquiry was made on October 13, 1954 A.D. (Buddhist era 2497). Phra Sriwisutthiwong is the Deputy Abbot and Director of Wat Pho Museum, Wat Pho Temple , Thailand .
Phra Sriwisutthiwongis the Deputy Abbot and Director of Wat Pho Museum, Wat Pho Temple, Thailand .
Wat Pho Temple
Buddha Prophesied about Jesus Christ (Yeshua)
Buddha’s Date of Birth: approx. 563 Before Christ (BC)

15 tanggapan untuk posting ini.

  1. Posted by raka on April 2, 2010 at 4:13 am

    baiklah… sekarang saya ingin bertanya.. apakah sidarta gautama itu adalah termasuk seorang nabi atau rasul utusan TUHAN juga?

    Balas

    • Posted by cindar on Mei 2, 2010 at 10:47 am

      Insya Allah beliau termasuk orang yng shaleh, karena beliau lahir sebelum nabi Isa & baginda Rasul.

      Salam,

      Balas

      • Posted by Thedy on Januari 25, 2012 at 6:12 pm

        Nabi, Rasul atau Buddha hanyalah sebuah gelar saja yang diberikan oleh umat manusia. Khususnya rakyat suatu negara atau daerah pada zaman dahulu pada saat dunia sedang dilanda kekacauan. Oleh karena orang tersebut telah banyak berjasa menyelamatkan umat manusia yang tak terhitung jumlahnya dan rela menderita demi menolong umat manusia. Selain itu orang suci tersebut juga pergi menyebarka ajaran-Nya demi menyadarkan umat manusia untuk kembali hidup di jalan yang benar agar dapat terbebas dari belenggu dosa. Intinya adalah apakah orang tersebut mengajarkan kebenaran dan kebaikan ataukah kejahatan?? Apakah dia berjasa besar pada umat manusia? Apakah orang tersebut pantas dihormati atau tidak? Jawabannya : Ada pada hati nurani kalian masing2. jadi tanyakanlah pada hati nurani kalian sendiri, karena hati nurani kita takkan berbohong dana adalah wakil TUHAN di dunia untuk menasehati & membimbing kita. Terima Kasih…..

    • Posted by safarul on Oktober 9, 2010 at 1:41 pm

      insaallah beliau termasuk para nabi allah

      Balas

    • Posted by mandoz on Januari 2, 2011 at 7:12 am

      aku gak begitu paham ,tapi yang pasti Sidarta Gautama adalah org yg saleh sama seperti Mohammad juga Yesus .

      Balas

  2. Bukti2 otentik apa yang terkait dengan budha Siddartah Gautama ?,

    Balas

    • Posted by Thedy on Januari 25, 2012 at 6:33 pm

      jawabanya sangat mudah dan sederhana kok!! buktinya sama dengan yang ada pada agama lain, yaitu : buktinya ada melalui ajaran-Nya yang selalu mengajarkan kebenaran & kebaikan, serta Kitab suci agamanya. Terima ksih…

      Balas

  3. Saya punya Pemikiran, “Sitiap nilai Kebenaran, adalah datangnya dari tuhan yang Maha Esa/Allah” , demikian halnya konsep berfikir Orang “Besar” Seperti Budha dan yang lain, akan tetapi dari orang2 besar ini saya bagi 2cara , Pertama Langsung dari tuhan wahyu melalui malaikat (Murni, suci), yang kedua hasil kebenaran berfikir(lebih Kepersoalan hukum sosial), Sedang esensi dari yang pertama adalah soal Aqidah ! (Komentar Anda ?)

    Balas

    • Posted by Thedy on Januari 25, 2012 at 6:28 pm

      Apa yang Anda katakan memang ada benarnya dan bagus sekali. intinya adalah pemahaman tersebut dapat diperoleh secara langsung maupun tidak langsung, tapi tetap berasal dari 1 sumber yang sama, yatu : TUHAN. misalkan Para nabi, Rasul dan Buddha adalah seorang murid dan TUHAN adalah guru-Nya. Setelah memahami ajaran tersebut kemudian diteruskan pada umat manusia, namun mereka punya cara mengajar yang berbeda2 tapi tetap memiliki niat dan tujuan yang sama, yaitu : untuk mengajarkan kebenaran & kebaikan pada umat manusia, serta mencegahnyauntuk berbuat kejahatan. Terima kasih….

      Balas

  4. Posted by wesi aji on Juni 27, 2011 at 1:43 pm

    x

    Balas

  5. Yang saya tahu, Buddha, Nabi, Rasull merupakan sebuah gelar.
    perlu diketahui bahwa gelar ini berbeda satu dengan yang lainnya.

    Nabi
    - Merupakan utusan Tuhan (personal god)
    - Mendapatkan wahyu dari Tuhan, secara bertahap
    - Wajib dan tidak wajib menyebarkan wahyu yang didapatkan

    Rasul
    - Merupakan utusan Tuhan (personal god, yakni allah)
    - Mendapatkan wahyu dari Tuhan, secara bertahap
    - Wajib menyebarkan wahyu yang didapat

    Buddha
    - Bukan utusan Tuhan, bahkan tidak mengakui keberadaaan Tuhan/Allah/Brahma
    - Tidak mendapatkan wahyu dari siapapun, termasuk Tuhan
    - Menyerbarkan Dharma, atas keinginan sendiri yang berdasarkan welas asih.

    Bagaimana mungkin Sidharta dikatakan sebagai utusan tuhan, sedangkan Sidharta sendiri menolak gagasan tentang tuhan.
    Perlu diingat, bahwa Buddha juga dibagi ke dalam tiga kategori, berdasarkan usaha dan praktik pencapaian kualitas. Pada masa bumi sekarang ini (awal terbentuk dan hancur) akan ada 5 Buddha. Buddha Gautama merupakan Buddha ke-4, dan nanti akan ada Buddha Maitreya. dan sebelum masa bumi ini, ada bumi-bumi sebelumnya, dan disana sudah ada Buddha-Buddha terdahulu. ingat, konsep kosmologi dalam buddhist, bahwa bumi ini tidak hanya mengalami satu kali terbentuk, melainkan sudah berkali-kali dan paham ini berbeda dengan paham Abrahamisme (Yahudi, Kristen, Islam). yang menyatakan bahwa proses bumi terbentuk cuma sekali kemudian hancur dan selesai ceritanya.

    saya kira, kita hendaknya jangan mencampuri akidah orang lain. atau pula menghubung-hubungkan atas dasar pembenaran semata.

    terimakasih,
    hitoshi

    Balas

    • Posted by Thedy on Januari 25, 2012 at 5:51 pm

      Janganlah menjadi orang yang fanatik, karena orang yang fanatik itu ibarat burung dalam sangkar. burung tersebut tidak tahu luasnya dunia, tidak tahu ada makhluk hidup lain selain dirinya dan selalu merasa dirinya yang paling benar. berbeda dengan burung yang terbang bebas diangkasa (orang tidak fanatik), dia paham luasnya dunia dll, sehingga bisa menghargai & menghormati sesamanya dan agama lain. Pada dasarnya semua agama adalah 1 dan bersumber dari TYME, hanya cara beribadah & bahasa kitab sucinya yang berbeda, namun memiliki niat & tujuan yang sama, yaitu : mengajarkan kebenaran & kebaikan, serta melarang umatnya untuk berbuat kejahatan agar agar terhindar dari godaan iblis. banyak orang tidak paham, mengapa ada begitu banyak agama di dunia ini dan mengapa cara beribadah tiap agama tersebut bebeda2 1 dng yg lain? Jawabannya : Hal ini disebabkan, karena Para Nabi maupun Buddha lahir di negara yang berbeda2 agar mereka mudah beradaptasi dengan rakyat & budaya setempat, sehingga jadi lebih mudah menyebarkan ajaran-nya untuk dipahami penduduk. Terima kasih….

      Balas

  6. Posted by halimun on Maret 12, 2012 at 1:34 pm

    islam milik siapa….rosul milik siapa…nabi milik siapa…kebenaran milik siapa…kalian milik siapa….Subhanallooh..

    Balas

  7. Posted by Anonymous on Mei 16, 2012 at 9:38 am

    sebelum berbicara tentang islam/budha/kriten…..kita harus faham dulu mengenai arti dan mkna dari kata2 tersebut……jg karena beda bahasa/asal muasal sebuah agama kita jadi brmusuhan/bertentangan satu sama lain ….padahal kebenaran itu cuman satu adanya dari tuhan….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.