ORANG-ORANG MUSLIM MEMBUNUH KRISTEN DI SOMALIA

Berikut ini disadur dari “Muslim Militants Slay Long-Time Christian,” Compass Direct, 18 September 2009: “Perjalanan iman seorang yang sudah lama menjadi Kristen secara tersembunyi di Somalia berakhir dalam tragedi minggu ini ketika militan-militan Islam yang menguasai sebuah checkpoint keamanan membunuh dia setelah menemukan Alkitab-Alkitab pada dirinya. Militan-militan dari ekstrimis Muslim al Shabaab membunuh Omar Khalafe, 69 tahun, pada hari Selasa (15 Sept.) di sebuah checkpoint yang mereka kuasai, 10 kilometer dari Merca, sebuah sumber Kristen memberitahu Compass….Bulan lalu, para ekstrimis al Shabaab yang sedang mencari bukti bahwa seorang lelaki Somali beralih dari Islam menjadi Kristen, menembak dia mati dekat perbatasan Somalia dengan Kenya….Di Mahadday Weyne, 100 kilometer (62 mil) sebelah utara dari ibukota Somalia, Mogadishu, para Islamis al Shabaab pada tanggal 20 Juli menembak mati seorang lain yang beralih dari Islam, Mohammed Sheikh Abdiraman, pada pukul 7 AM, para saksi mata memberitahu Compass….Para militan dilaporkan memenggal kepala tujuh orang Kristen pada tanggal 10 Juli. Reuters melaporkan bahwa mereka memenggal kepala dua orang bocah kecil di Somalia karena ayah mereka yang Kristen tidak mau membeberkan informasi tentang seorang pemimpin gereja.”

9 responses to this post.

  1. Posted by Anonymous on Mei 2, 2012 at 5:38 am

    dasar tukang fitnah! semut disebrang lautan tampak gajah di pelupuk mata tak tampak,itulah pribahasa yg cocok untuk kamu,islam tidak akan jatuh karena fitnah kalian,urusi aja agama kamu sendiri,orang yg selalu memborong berkardus kardus supermi untuk dibagikan ke umat muslim yg miskin supaya murtad,kasian sungguh kasian mereka murtad dari islam bukan karena mereka percaya tuhan yesus kalian sang juru selamat tapi karena mereka bosan hidup miskin,cuapeeek deeeeeeee

    Balas

  2. Posted by joZua on Juni 6, 2012 at 11:57 am

    Masih lebih mulia memberi dan membagi-bagikan daripada merampok,membunuh dan memperkosa seperti mas mamad.

    Balas

  3. Posted by Boss...ok on Juni 9, 2012 at 7:46 pm

    Ini cerita sejarah.

    Kekejaman Tentara Perang Salib dan Keadilan Salahuddin
    Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: Fakta Perang , Perang di Asia
    Ketika orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Islam hidup bersama dalam kedamaian, sang Paus memutuskan untuk membangun sebuah kekuatan perang Salib. Mengikuti ajakan Paus Urbanius II pada 27 November 1095 di Dewan Clermont, lebih dari 100.000 orang Eropa bergerak ke Palestina untuk “memerdekakan” tanah suci dari orang Islam dan mencari kekayaan yang besar di Timur. Setelah perjalanan panjang dan melelahkan, dan banyak perampasan dan pembantaian di sepanjang perjalanannya, mereka mencapai Yerusalem pada tahun 1099. Kota ini jatuh setelah pengepungan hampir 5 minggu. Ketika Tentara Perang Salib masuk ke dalam, mereka melakukan pembantaian yang sadis. Seluruh orang-orang Islam dan Yahudi dibasmi dengan pedang.
    Tentara Perang Salib merampas Yerusalem setelah pengepungan lima minggu, dilanjutkan perampasan perbendaharaan kota dan membantai orang-orang Yahudi dan Islam.

    Dalam perkataan seorang ahli sejarah: “Mereka membunuh semua orang Saracen dan Turki yang mereka temui… pria maupun wanita.” Salah satu tentara Perang Salib, Raymond dari Aguiles, merasa bangga dengan kekejaman ini:

    Pemandangan mengagumkan akan terlihat. Beberapa orang lelaki kami (dan ini lebih mengasihi sifatnya) memenggal kepala-kepala musuh-musuh mereka; lainnya menembaki mereka dengan panah-panah, sehingga mereka berjatuhan dari menara-menara; lainnya menyiksa mereka lebih lama dengan memasukkan mereka ke dalam nyala api. Tumpukan kepala, tangan, dan kaki akan terlihat di jalan-jalan kota. Perlu berjalan di atas mayat-mayat manusia dan kuda. Tapi ini hanya masalah kecil jika dibandingkan dengan apa yang terjadi pada Biara Sulaiman, tempat di mana ibadah keagamaan kini dinyanyikan kembali… di biara dan serambi Sulaiman, para pria berdarah-darah disuruh berlutut dan dibelenggu lehernya.

    Dalam dua hari, tentara Perang Salib membunuh sekitar 40.000 orang Islam dengan cara tak berperikemanusiaan seperti yang telah digambarkan. Perdamaian dan ketertiban di Palestina, yang telah berlangsung semenjak Umar, berakhir dengan pembantaian yang mengerikan.
    Salahuddin al-Ayyubi, yang mengalahkan Tentara Perang Salib dalam pertempuran Hattin, tercatat dalam sumber sejarah dengan keadilan, keberanian, dan wataknya yang terhormat.

    Tentara Perang Salib menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota mereka, dan mendirikan Kerajaan Katolik yang terbentang dari Palestina hingga Antakiyah. Namun pemerintahan mereka berumur pendek, karena Salahuddin mengumpulkan seluruh kerajaan Islam di bawah benderanya dalam suatu perang suci dan mengalahkan tentara Perang Salib dalam pertempuran Hattin pada tahun 1187. Setelah pertempuran ini, dua pemimpin tentara Perang Salib, Reynald dari Chatillon dan Raja Guy, dibawa ke hadapan Salahuddin. Beliau menghukum mati Reynald dari Chatillon, yang telah begitu keji karena kekejamannya yang hebat yang ia lakukan kepada orang-orang Islam, namun membiarkan Raya Guy pergi, karena ia tidak melakukan kekejaman yang serupa. Palestina sekali lagi menyaksikan arti keadilan yang sebenarnya.

    Tiga bulan setelah pertempuran Hattin, dan pada hari yang tepat sama ketika Nabi Muhammad SAW diperjalankan dari Mekah ke Yerusalem untuk perjalanan mikrajnya ke langit, Salahuddin memasuki Yerusalem dan membebaskannya dari 88 tahun pendudukan tentara Perang Salib. Sebaliknya dengan “pembebasan” tentara Perang Salib, Salahuddin tidak menyentuh seorang Nasrani pun di kota tersebut, sehingga menyingkirkan rasa takut mereka bahwa mereka semua akan dibantai. Ia hanya memerintahkan semua umat Nasrani Latin (Katolik) untuk meninggalkan Yerusalem. Umat Nasrani Ortodoks, yang bukan tentara Perang Salib, dibiarkan tinggal dan beribadah menurut yang mereka pilih.

    Karen Armstrong menggambarkan penaklukan keduakalinya atas Yerusalem ini dengan kata-kata berikut ini:
    Pada tanggal 2 Oktober 1187, Salahuddin dan tentaranya memasuki Yerusalem sebagai penakluk dan selama 800 tahun berikutnya Yerusalem tetap menjadi kota Muslim. Salahuddin menepati janjinya, dan menaklukkan kota tersebut menurut ajaran Islam yang murni dan paling tinggi. Dia tidak berdendam untuk membalas pembantaian tahun 1099, seperti yang Al-Qur’an anjurkan (16:127), dan sekarang, karena permusuhan dihentikan, ia menghentikan pembunuhan (2:193-194). Tak ada satu orang Kristen pun yang dibunuh dan tidak ada perampasan. Jumlah tebusan pun disengaja sangat rendah…. Salahuddin menangis tersedu-sedu karena keadaan mengenaskan keluarga-keluarga yang hancur terpecah-belah dan ia membebaskan banyak dari mereka, sesuai imbauan Al-Qur’an, meskipun menyebabkan keputusasaan bendaharawan negaranya yang telah lama menderita. Saudara lelakinya al-Adil begitu tertekan karena penderitaan para tawanan sehingga dia meminta Salahuddin untuk membawa seribu orang di antara mereka bersamanya dan kemudian membebaskan mereka di tempat itu juga… Semua pemimpin Muslim merasa tersinggung karena melihat orang-orang Kristen kaya melarikan diri dengan membawa kekayaan mereka, yang bisa digunakan untuk menebus semua tawanan… [Uskup] Heraclius membayar tebusan dirinya sebesar sepuluh dinar seperti halnya tawanan lain dan bahkan diberi pengawal pribadi untuk mempertahankan keselamatan harta bendanya selama perjalanan ke Tyre.

    Pendeknya, Salahuddin dan tentaranya memperlakukan orang-orang Nasrani dengan kasih sayang dan keadilan yang agung, dan menunjukkan kepada mereka kasih sayang yang lebih dibanding yang diperlihatkan oleh pemimpin mereka.
    Ketika Raja Richard I dari Inggris merampas Kastil Acre, ia membantai orang-orang Islam. Lukisan di atas ini menggambarkan hukuman mati atas ratusan tahanan beragama Islam. Mayat-mayat mereka dan kepala-kepala terpenggal ditumpuk di bawah panggung.

    Setelah Yerusalem, tentara Perang Salib melanjutkan perbuatan tidak berprikemanusiaannya dan orang-orang Islam meneruskan keadilannya di kota-kota Palestina lainnya. Pada tahun 1194, Richard Si Hati Singa, yang digambarkan sebagai seorang pahlawan dalam sejarah Inggris, memerintahkan untuk menghukum mati 3000 orang Islam, yang kebanyakan di antaranya wanita-wanita dan anak-anak, secara tak berkeadilan di Kastil Acre. Meskipun orang-orang Islam menyaksikan kekejaman ini, mereka tidak pernah memilih cara yang sama. Mereka malah tunduk kepada perintah Allah: “Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka)…”(Qur’an 5:2) dan tidak pernah melakukan kekejaman kepada orang-orang sipil yang tak bersalah. Di samping itu, mereka tidak pernah menggunakan kekerasan yang tidak perlu, bahkan kepada tentara Perang Salib sekalipun.

    Kekejaman tentara Perang Salib dan keadilan orang-orang Islam sekali lagi terungkap sebagai kebenaran sejarah: Sebuah pemerintahan yang dibangun di atas dasar-dasar Islam memungkinkan orang-orang dari keyakinan berbeda untuk hidup bersama. Kenyataan ini terus ditunjukkan selama 800 tahun setelah Salahuddin khususnya selama masa Ottoman.

    Mudah-mudahan anda tidak terlalu memikirkannya !!!.

    Balas

    • Posted by arfan on Agustus 7, 2012 at 3:00 pm

      Dari mna anda mengetahui sejarah itu apakah anda salah satu pelaku sejarah itu anda mengatakan orang islam adalah orang Ɣαηg paling sempurna .ϑāň paling baik itu kata anda tapi bagi sy orang kristen laH Ɣαηg terbaik Ɣαηg tdk pernah memaksakan kehendak mereka kpd orang lain itu sdh di bawah oleh juru selamat kami ISA almasih yang mengatakan jika musuh mu menampar pipi kirimu berikanlah pipu kananmu ingat IsA Ɣαηg tersempurna di antara semua utusan ALLAH

      Balas

    • Posted by arfan on Agustus 7, 2012 at 3:03 pm

      Dari mna anda mengetahui sejarah itu apakah anda salah satu pelaku sejarah itu anda mengatakan orang islam adalah orang Ɣαηg paling sempurna .ϑāň paling baik itu kata anda tapi bagi sy orang kristen laH Ɣαηg terbaik Ɣαηg tdk pernah memaksakan kehendak mereka kpd orang lain itu sdh di bawah oleh juru selamat kami ISA almasih yang mengatakan jika musuh mu menampar pipi kirimu berikanlah pipu kananmu ingat IsA Ɣαηg tersempurna di antara semua utusan ALLAH dia Ɣαηg membawa mujizat

      Balas

  4. Posted by Yehuda on Agustus 7, 2012 at 5:35 pm

    andai kata bener ada orang islam yg ngebunuh orang2 kristen, tapi yg lebih sering kedengeran kan kebalikannya. jangan2 pura2 buta deh, mending cari tahu soal agama yg anda anut lebih lanjut

    Balas

    • Posted by arfan on Agustus 8, 2012 at 10:55 am

      Kalian itu Ɣαηg org islam Ɣαηg harus lihat diri. Membunuh mengatas namakan tuhan teriak Allahu akbar bukankah di dlm 10 firman ALLAH salah satunya jangan membunuh lihat lagi di tanah arab sana TKI di bunuh di perkosa .ϑāň di siksa bukankah kalian mengatakan di arab sana tanah suci di mana letak kesuciannya klu masyarakatnya sj biadab tdk punya prikemanusiaan

      Balas

  5. Berita ya berita koq emosi sih bung? Jgn suka tersinggung deh, sabar sabar sabar (hahahawkwkwkwk). Kalo mau m’bela diri or agama jgn dgn memfitnah org lain n agama org lain lagi bung. Kasihan nabi n agamamu kalo pengikutnya tkg fitnah gitu. Harusnya bung lbh rajin salat ngedoain agar org2 seiman bung berlaku manusiawi pd sesama umat manusia. Iman n keyakinan org lain koq diurusi. Apa urusannya? Uruslah dirimu sendiri, koreksi diri, udah bener apa belon? Yang pasti, org yg mati dibunuh krn imannya pada Tuhan Yesus itu sudah masuk surga krn dia sudah berada di jalan yang benar. Dia akan hidup selama2nya krn beriman kepd Nabi Isa, Sang Hakim Dunia, yg kelak akan membela dia. Lha, kalo Nabi Isa itu Hakim Dunia spt yg dikatakan Quran, mengapa bung ga jd pengikutNYa sj agar kelak kalo dunia kiamat Sang Hakim Dunia membela dn membawa bung ke surga bersamaNya…. Hayo, pilih mana? Yang pasti or yg masih mudah2an?

    Balas

  6. Posted by komeng omeng on Desember 19, 2012 at 7:31 am

    Jangan emosi bung, doakan saja org org yang menghina islam. Sampe bawa bawa kardus supermi segala, jangan jangan anda sendiri sudah memfitnah tanpa bukti, tapi hanya berdasarkan pemikiran anda sendiri.

    Sekarang coba anda pikir dan tunjukkan pada saya, dengan data, berapa banyak org muslim yang jadi kristen gara gara dibagikan supermie? dari beberapa kali kejadian musibah / bencana di negri ini, berapa banyak yang jadi kristen karean bantuan dari org kristen?? Ada datanya ? Apakah betul itu ??? atau anda hanya fitnah sja ? Provokasi ? Bicara tanpa bukti ? itukah yang dijarkan quran-mu ? Nabimu ?

    Bicara jangan emosi bung, gunakan nalar yang sehat

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 126 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: