Hadis: Ijin Perkosa Wanita di Hadapan Suaminya

Hadis Abu Dawud (2150):

“The Apostle of Allah (may peace be upon him) sent a military expedition to Awtas on the occasion of the battle of Hunain. They met their enemy and fought with them. They defeated them and took them captives. Some of the Companions of the Apostle of Allah (may peace be upon him) were reluctant to have intercourse with the female captives in the presence of their husbands who were unbelievers. So Allah, the Exalted, sent down the Qur’anic verse: (Sura 4:24) ‘And all married women (are forbidden) unto you save those (captives) whom your right hands possess.'”

terjemahan:

Rasul allah mengutus ekspedisi militer ke Awtas pada saat perang Hunain. Mereka bertemu dengan musuh dan bertempur dengan mereka. Mereka mengalahkan musuh dan mengambil mereka sebagai tawanan. Beberapa teman rasul allah enggan berhubungan seks dengan wanita tawanan di depan suami mereka yang kafir. Maka Allah mengirimkan ayat quran sura 4:24. “Dan (diharamkan) bagimu kecuali mereka (tawanan) yang kamu miliki.”

Bayangin, para Muslim itu ragu untuk memperkosa wanita di hadapan suami mereka, tapi Allah malah mengijinkannya. ****

Jesus, Buddha, Gurus Sikh, Baha’i, & Karl Marx can be compared because of they teach love & justice.

It is different wih Muhammad.

I read Koran, Hadith, and Sira and found that Muhammad is a ROBBER, MURDERER, TERRORIST, PEDOPHILE, NECROPHILE, CHILD MOLESTER, DAUGHTER-IN-LAW MOLESTER, AUNT MOLESTER.

12 responses to this post.

  1. Posted by Musthafa on Mei 28, 2010 at 2:00 am

    surat 4:24. melanjutkan surat sebelumnya 4:23, yaitu tentang orang-orang yang dilarang dan yang boleh dinikahi bukan tentang memperkosa wanita didepan suami.

    Balas

  2. Posted by NR on Juni 6, 2010 at 2:39 pm

    Assalamu’alaikum…
    Wahai saudaraku, hendaknya kita berhati-hati dalam artikel yang mengutip ayat Al-Qur’an dan tafsirnya secara tidak lengkap. Semoga kita termasuk hamba Allah swt. yang senantiasa memperdalam ilmu dengan satu alasan; mencari keridhaan Allah swt.

    Balas

  3. Posted by radiW on September 8, 2010 at 2:40 pm

    Ini blog apa sih ngak jelas banget !! ngak ada kerjaan lain apa selain ngejelekin agama orang.

    Balas

  4. Posted by AM on Oktober 10, 2010 at 3:40 pm

    Buat siapa aja yang baca blog ini, mendingan di cross check lagi deh semua ayat2 yang dikutip di blog ini. Jelas2 ayat yang dikutip itu artinya sudah lain dengan yang sebenarnya di dalam Al Qur’an. Berarti jelas2 blog ini adalah BOHONG BESAR, dan si penulis adalah PEMBUAL HANDAL.
    Oh ya, bagi yang mau mempelajari Al Qur’an lebih dalam khususnya bagi non muslim yang tidak mempunyai kitab Al Qur’an di rumahnya, coba aja download software gratisan Qur’an digital. Banyak kok kalo mau googling. Nah terus cross check deh “isi” dari semua ayat2 yang ditulis di blog ini, maka akan ketahuan bahwa semua isi yang ditulis di blog ini sudah diplintir semuanya. Dan itu adalah kerjaan …….siapa lagi kalo bukan syaiton??
    Semoga Allah SWT melindungi hamba2nya yang beriman dan bertaqwa, dan memberikan pencerahan bagi mereka yang mulai mempelajari Al Qur’an. Amiin.

    Balas

  5. Posted by al haq on Oktober 13, 2010 at 2:29 pm

    Bismillahirrahmanirrahim..
    Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..

    kepada non-muslim, janganlah anda memaknai ayat Al-Qur’an dengan makna yang belum anda pahami.. adapun ayat tersebut adalah ajaran bagaimana hukum MENIKAHI BUDAK atau HAMBA SAHAYA, termasuk MUHRIM atau BUKAN.. sebelumnya, bacalah ayat sebelumnya dan sesudahnya..

    “DIHARAMKAN atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu istrimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

    dan wanita yang bersuami; KECUALI BUDAK-BUDAK yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan DIHALALKAN bagi kamu SELAIN yang DEMIKIAN mencari ISTRI-ISTRI dengan hartamu UNTUK DIKAWINI BUKAN UNTUK BERZINA. Maka istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka MAHARNYA (dengan sempurna), sebagai SUATU KEWAJIBAN; dan TIDAK APA-APA BAGI KAMU terhadap sesuatu yang KAMU TELAH SALING MERELAKANNYA, SESUDAH MENENTUKAN MAHAR ITU. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

    Dan barang siapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, IA BOLEH MENGAWINI WANITA YANG BERIMAN, DARI BUDAK-BUDAK YANG KAMU MILIKI. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu KAWINILAH MEREKA dengan SEIZIN TUAN MEREKA dan BERILAH MASKAWIN MEREKA MENURUT YANG PATUT, sedang MEREKA PUN WANITA-WANITA YANG MEMELIHARA DIRI, BUKAN PEZINA, dan BUKAN (pula) WANITA YANG MENGAMBIL LAKI-LAKI LAIN SEBAGAI PELIHARAANNYA; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah BAGI ORANG-ORANG YANG TAKUT kepada KESULITAN MENJAGA DIRI (dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    (QS An-Nisa’: 23-25)

    bung Adadeh.. sebelum anda mengutarakan hadits, pertama-tama bacalah MATAN (ISI) HADITS terlebih dahulu dengan seksama, ambil HIKMAHnya.. HIKMAH itu PELAJARAN, pastinya ada yang baik dan ada yang buruk..

    setelah baca matan, pahami SANAD (SANDARAN) HADITS.. ada yang SHAHIH (KUAT), DHA’IF (LEMAH), HASAN (BAIK), PALSU, dll…

    setelah itu, lihat PERAWINYA (ORANG YANG MERIWAYATKAN HADITS) seperti (HR. Bukhari, HR. Muslim, dsbnya)..

    Hadits Abu Dawud no. 2150 itu menjelaskan hukum LARANGAN-LARANGAN BERSETUBUH DALAM ISLAM..

    dan ANDA INGIN MENCOBA-COBA MEMALSUKAN MATAN HADITS..

    ini bunyi hadits yang sebenarnya:

    “Dari Ruwaifi Al-Anshariy –ia berdiri di hadapan kita berkhuthbah-, ia berkata : Adapun sesungguhnya aku tidak mengatakan kepada kamu kecuali apa-apa yang aku dengan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan pada hari Hunain, beliau bersabda: “TIDAK HALAL bagi seorang yang BERIMAN KEPADA ALLAH dan hari akhir untuk MENYIRAMKAN AIR (mani)nya KE TANAMAN ORANG LAIN (menyetubuhi wanita yang sedang hamil) dan TIDAK HALAL bagi seorang yang BERIMAN KEPADA ALLAH dan hari akhir untuk MENYETUBUHI WANITA DARI TAWANAN PERANG sampai PEREMPUAN ITU BERSIH (sah menjadi istrinya). Dan tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk mejual harta rampasan perang sampai dibagikan. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah dia menaiki kendaraan dari harta fa’i kaum muslimin sehingga apabila binatang tersebut telah lemah ia baru mengembalikannya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia memakai pakaian dari harta fa’i kaum muslimin sehingga apabila pakaian tersebut telah rusak ia baru megembalikannya”
    (HR. Abu Dawud (no. 2158 dan 2150) dan Ahmad (4/108-109), sanad Hasan)

    nah, yang tertulis di atas DIHARAMKAN MENYETUBUHI WANITA TAWANAN PERANG DENGAN KOTOR (maksudnya BERZINA!)

    lalu, kenapa anda bisa-bisanya menuliskan HALAL bagi wanita-wanita tawanan perang? kami ummat Islam tidak akan mudah dijerumuskan ke dalam kekafiran hanya karena ini, sebaliknya ini adalah ujian keimanan supaya kami bisa kembali menginterospeksi diri..

    anda juga MENCOMOT DAN MENGGABUNG DUA HADITS JADI SATU, hadits yang anda tulis di atas itu Abu Dawud no. 2157, berikut haditsnya:

    “Dari Abu Said Al-khudriy dan dia memarfu’kannya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang tawanan-tawanan perang Authaas, “JANGANLAH DISETUBUHI PEREMPUAN YANG HAMIL sampai dia MELAHIRKAN dan yang tidak hamil sampai satu kali haid”
    (HR. Abu Dawud (no.2157), Ahmad (3/28, 62, 87) dan Ad-Darimi (2/171))

    nah, tentunya logika bodoh kalau ada orang seperti anda mengambil kesimpulan bahwa Nabi mengatakan JANGANLAH DISETUBUHI YANG HAMIL berarti yang sudah melahirkan atau tidak hamil BOLEH DISETUBUHI? KENAPA NABI TIDAK MENGGANTI KATA ZINA?

    Pada dasarnya, persetubuhan adalah nafsu setiap manusia yang merupakan KARUNIA DARI ALLAH atas kenikmatan yang TELAH DIA BERIKAN kepada manusia, namun ALLAH MENGGARISKAN HUKUM bahwa BERSETUBUH ITU HALAL KALAU SUDAH DINIKAHI, tentunya para sahabat pada hadits di atas sudah mengerti maksud dari Nabi..

    perbedaan “bersetubuh” dengan “berzina”

    BERSETUBUH ITU DIHALALKAN ALLAH DENGAN KETENTUAN NIKAH sedangkan BERZINA SAMPAI KAPAN PUN DIHARAMKAN ALLAH!!!

    cukup segini aja, kalau ada yang masih diragukan silahkan post kembali..

    Semoga Allah memberikan hidayah kepada anda semua, amiinn..

    Balas

  6. Posted by andi riza mirda indriani on Oktober 23, 2010 at 12:03 pm

    ass…
    maaf temaan..
    kiita di dunia memang memiliki banyak perberbedaan, ada yg kulit putih,hitam, rambut kriting, lurus, dan termasuk perbedaan dalam kepercayaan,, namun, PERBEDAAN ITU TIDAK MESTI KITA PERMASALAHKAN,, kita tidak harus bersusah payah MENCARI KESALAHAN SATU SAMA LAIN dan mengolok-olok satu sama lain,msih banyak masalah lain yg perlu kita tangani,, ,temannn…,,, PERBEDAAN ITU INDAH JIKA KITA SALING MENGERTI DAN TIDAK SALING MENYALAHKAN SATU SAMA LAIN. makasih ^^ ..

    Balas

    • Posted by ovan on Januari 24, 2012 at 7:41 pm

      Parah…. perbedaan warna kulit dan rambut memang tidak ada masalah karena dari sananya memang sudah seperti itu. tapi persoalan keyakinan adalah persoalan yang bisa dinilai benar salahnya sehingga selalu terbuka peluang untuk memperdebatkannya.

      Balas

  7. Posted by heru on Februari 19, 2011 at 1:22 am

    @al haq: saya sangat terkesan dengan isi penjelasan anda diatas…
    mungkin jika anda tidak keberatan,saya menganjurkan anda untuk menjawab argumen2 ali sina yang menyandarkan pada tafsiran ayat ayat suci alquran dan hadist shahih untuk menyerang islam meskipun sudah terlihat jelas bahwa pengaplikasian ayat alquran dan hadits oleh ali sina tersebut terlihat ganjil dan terlalu dipaksakan untuk menguatkan argumen mereka di faithfreedom…
    ini untuk kepentingan dan kebaikan umat islam bersama…agar si dajal ali sina sadar bahwa umat islam tidak tinggal diam dan akan menunjukan dan memperjelas kebenaran yang sebenar-benarnya melalui serangan balik kaum muslim melalui perdebatan untuk menghancurkan paradigma sesat mereka atas islam!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Balas

  8. tunggu saja!! azab ALLAH itu sangat pedih…..

    Balas

  9. Posted by paulus berkata on Februari 9, 2013 at 3:02 pm

    Tuhan kalah dg manusia
    Yesus mengaku bahwa di datang tidak untuk merombak Taurat Musa dan Kitab Nabi-Nabi terdahulu, Yesus mengikuti taurat (Matius 5:17-19 ) dengan demikian semua isi taurat benar. 

    Apapun isi Injil Yohanes yang berbeda dengan Taurat / PL dianggap palsu. Setuju?

    Tidak seorang pun pernah melihat Allah, tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di bangkuan bapa, dialah yang menyatakannya (yohanes 1:18)

    Mari di cek ke Taurat / PL apakah benar tidak ada yang pernah melihat Allah dan apakah benar Yesus adalah Anak tunggal Allah.

    +++

    Siapa saja yang pernah melihat Allah

    Kemudian Tuhan menampakan diri kepada Ibrahim dekat pohon terbatin di Mamre waktu hari panas terik (kejadian 18:1). 

    Banyak ayat Taurat / PL yang menyebutkan orang-orang yang pernah melihat tuhan antara lain:

    Ishak (Kejadian 26:2), 

    Yakub (Kejadian 35:9), 

    Musa, Harun, Nadab, Abihu dan tujuh puluh orang Israel (Keluaran 24:9)

    Musa berhadapan muka dengan tuhan (ulangan 34:10)

    Nama yakub tidak disebut lagi sebab yakub berkelahi melawan Allah dan manusia dan yakub lah pemenangnya. Yakub berkata aku telah melihat Allah berhadapan muka (kejadian 32: 28-31)

    +++

    Yesus bukan Anak Tunggal Allah. 

    Allah mempunyai banyak anak yang mengambil anak-anak perempuan manusia sebagai istri (kejadian 6:2-4),

    Israel Anak Allah yang sulung (Keluaran 4:22-23), 

    Daud diangkat sebagai Anak Sulung Allah  (Mazmur 89:27-28), 

    Adam Anak Allah (Lukas 3:38),  

    Efraim Anak sulung Allah (Yeremia 31:9)  

    Uskup Belo (Pembawa Perdamaian) adalah Anak Allah (Matius 5:9). 

    Kalau menurut Anda ” wah Anak Allah diatas kan  diartikan hamba yang patuh taat”, maka konsekuensinya Yesus anak Allah pun harus diartikan sebagai hamba yang taat bukan Anak Allah secara harafiah dalam unsur Tuhan Anak. 

    Disinilah kerancuan terjadi kan? 

    Yang mengherankan Saya adalah kenapa umat Kristen tidak menyembah Yakub yang berhasil mengalahkan Allah? 
    Ganti yesus mu dg yakub, di kitabmu tuhanmu sudah kalah tuch. Tuhan kok kalah dg manusia. Lucu…

    Balas

  10. Posted by Anonim on Februari 13, 2013 at 2:36 am

    HADUUUH AE

    Balas

  11. Posted by Anonim on Agustus 22, 2015 at 7:08 pm

    lanjutkan

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: