KETIKA ARAH SHOLAT SAJA KACAU

Para Muslim di Indonesia sedang bermain Drama sandiwara dimana diantara mereka sendiri saat ini bertengkar dan ribut soal ARAH KIBLAT yang SALAH alias MELESET malah menghadap BENUA HITAM AFRIKA, weleh-weleh si Komo geleng-geleng Kepala, Pie Tho, kok masih hidup dalam Tradisi IBADAH SIMBOLIK yang sudah berakhir sejak Zaman Yohanes Pembaptis datang sehingga Tuhan Yesus Kristus memroklamirkan IBADAH dalam ROH dan KEBENARAN (Yohanes 4:24 “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”), sehingga hari ini kita tidak perlu pusing sholat harus hadap mana, Yerusalem atau Kabah, atau hadap negara masing-masing dan tidak perlu NAIK HAJI kata Presiden LIBYA MUAMMAR KHADAFI, siape bilang Tanah ARAB itu LEBIH SUCI dari TANAH AIR BETA??? Ngaca dulu, jangan terpengaruh sama Muhammad yang ingin MEMPERKAYA Negara ARAB dengan NAIK HAJI dan UMROH.

Jadi Naik Haji dan UMROHnya di Masjid-masjid di Indonesia, tidak perlu ke Situs Sejarah zaman bahula dulu.

Nonton saja Discovery Channel, itu anda sudah naik haji dan umroh, doa saja pada saat nonton. Gitu saja kok repot:)

Jadi Arah KIBLAT saja SALAH, Parah bener emang mereka yang pertahankan IBADAH SIMBOLIK, harus hadap sana sini, tidak boleh makan ini itu, dan segala macam aturan BADANIAH/LAHIRIAH yang mengikat, padahal itu semua sudah THE END. Baca liputan berikut:

VIVAnews – Majelis Ulama menyempurnakan redaksional fatwa terkait arah kiblat salat umat muslim di Indonesia, dari Barat menjadi Barat Laut. Salah satu patokan untuk mengetahui arah Barat Laut adalah posisi matahari.

“Arah (kiblat) kita bergeser 25 derajat dari Barat,” kata Profesor riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, Kamis malam, 15 Juli 2010.

Lebih lanjut dia menjelaskan, matahari berada tepat di atas Mekkah atau Ka’bah pada hari ini, 16 Juli 2010. Cahaya matahari yang masuk melalui kusen rumah bisa jadi patokan kiblat. “Kita lihat bayangan dari sinar matahari.”

Selain itu, kata dia, masyarakat juga bisa menggunakan kompas sebagai panduan. Untuk Jakarta, arah salat digeser 25 derajat dari Barat ke arah Barat Laut. “Masyarakat juga bisa meng-klik www.qiblalocator.com,” kata dia.

Tak cukup itu, Thomas memberikan alternatif lain dengan menggunakan bayangan menara. “Menara yang ada lampunya, asumsikan itu sebagai Ka’bah. Bayangannya yang kita jadikan kiblat.” (hs)

2 responses to this post.

  1. Posted by andra on Juli 24, 2010 at 2:44 pm

    mantap coy, tp ingat jangan menyinggung dengan bahasa kasar dan hinaan yang tak berguna.

    nasehatilah ia sebagai saudaramu, sperti dalam Alkitab..

    Balas

  2. Posted by Doll.Anan on Agustus 23, 2010 at 3:53 am

    Memang sdh saatnya ajaran islam yg sesat itu hrs di permalukan ,dgn demikian umatnya mulai meninggalkan islam itu ,krn itukan ajaran hasil rekayasa bgs Arab krn iri thd bgs Israel Sekarang memang muslim semakin kacau .Dan semua ini utk menggenapi rancangan Allah . (Roma 11 : 25-26)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: