Inggris: Daging Halal Disajikan Kepada Para Anggota Parlemen Secara Diam-Diam

Dari Jihad Whatch, Posted by Robert on November 17, 2010

Islamization of Britain Update: “Commons canteens ‘served halal chicken,'”

by Craig Woodhouse in The Scotsman, November 16.

Daging Halal telah disajikan dalam jamuan makan di House of Commons Inggris tanpa diberitahukan kepada para anggota Parlemen. Pelayanan catering untuk House of Commons ini telah memakai ayam/unggas yang dipotong secara hukum Islam, sementara yang menyantapnya “tidak diberitahukan tentang hal tersebut”, demikian kata  Sir Stuart Bell yang mewakili House of Commons Commission.

Tahun ini telah muncul daging halal yang disajikan diam-diam di banyak sekolah, rumah sakit, dan pub tanpa memberitahukannya kepada yang memakannya…

KOMENTAR KRITIS (Posted by Aljabar):

Berita ini mungkin kelihatan biasa dimata Muslim atau malah dianggap bukan berita. Bila benar begitu, maka Muslim sungguh tidak sensitif dan tidak bisa menghormati “orang kafir” seperti yang dia sendiri  ingin dihormati dan diakui. Bayangkan jikalau semacam ini terjadi terbalik dalam jamuan santap malam di DPR-RI yang Pancasilais  (atau di istana Saudi Arabia yang Wahabis) menyajikan secara diam-diam: daging “tidak halal” semisal babi, tanpa penjelasan! Kita tak bisa bayangkan betapa dampak dan gaungnya bisa-bisa melebihi gambar karikatur Muhammad dengan rusuh perusakan benda-benda dan pembunuhan nyawa-nyawa yang luas.

Yang samasekali tidak dirasa dan tidak dipertimbangkan oleh Muslim adalah bahwa banyak orang dari agama lain merasa JIJIK-ROHANI dan berkeberatan terhadap hewan yang digorok lehernya dengan ucapan-ucapan ritual Islamik, yang pada dasarnya menyimbolkan persembahan hewan tersebut kepada Allah-Islamik yang BUKAN TUHAN-nya orang-orang Kristen, Budha, Hindu dll. Bagi mereka, itu adalah semacam persembahan jampi-jampian kepada berhala yang otomatis menjadikan dagingnya HARAM dimata-iman orang-orang Kristiani dll. Kebenarannya adalah simpel: Apa yang sudah dipersembahkan secara ritual kepada dewa yang satu, tidak lagi halal bagi pemuja dewa selainnya!

Jadi peradaban Golden Rule timbal balik perlu diberlakukan kepada semua pihak: Bahwa Muslim hanya pantas menuntut labeling “haram (islamik)” kepada daging babi dll foods & drinks tertentu, jikalau ia juga dewasa dan lapang dada untuk menerima label “haram (kristiani)””terhadap daging hewan mana saja yang dipotong dibawah jampi-jampian ritual islamik.

MARI KITA SALING MENGHORMATI YANG SEBENARNYA!

One response to this post.

  1. Posted by davidtegar on Desember 7, 2010 at 11:56 am

    oke coy, sebagai muslim ane setuju tiap makanan di label haram utk muslim, kristen, buda atau ateis sekalipun. Ini penting supaya kita terhindar dari dosa kepada tuhan kita masing2 akibat makan barang haram.. Mari kita upayakan bersama coy..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: