Ketua MUI Haramkan Penghormatan terhadap Bendera

Madina Online-Ketua Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH A. Cholil Ridwan mengharamkan umat Islam untuk memberi hormat kapada bendera dan lagu kebangsaan.

Pernyataan Cholil ini dimuat dalam Tabloid Suara Islam edisi 109 (tanggal 18 Maret-1 April 2011). Ia menjawab pertanyaan pembaca dalam Rubrik Konsultasi Ulama. Si pembaca mengangkat kasus seorang temannya yang dikeluarkan dari sekolah gara-gara tak mau hormat bendera saat upacara.

Cholil menyatakan bahwa dalam Islam, menghormati bendera memang tak diizinkan. Cholil merujuk pada fatwa Saudi Arabia yang bernaung dalam Lembaga Tetap Pengkajian dan Riset Fatwa pada Desember 2003 yang mengharamkan bagi seorang Muslim berdiri untuk memberi hormat kepada bendera dan lagu kebangsaan.

Ada sejumlah argumen yang dikemukakan.

Pertama, memberi hormat kepada bendera termasuk perbuatan bid’ah yang tidak pernah dilakukan pada masa Rasulullah ataupun pada Khulafa’ ar-Rasyidun (masa kepemimpinan empat sahabat Nabi).
Kedua, menghormati bendera bertentangan dengan tauhid yang wajib sempurna dan keikhlasan di dalam mengagungkan Allah semata.

Ketiga, menghormati bendera merupakan sarana menuju kesyirikan.

Keempat, menghormati bendera merupakan kegiatan yang mengikuti tradisi yang jelek dari orang kafir, serta menyamai mereka dalam sikap berlebihan terhadap para pemimpin dan protokoler-protokoler resmi.

Cholil juga mengutip Syaikh Ibnu Jibrin (salah seorang ulama terkemuka Saudi) yang menyatakan bahwa penghormatan bendera adalah tindakan yang menganggungkan benda mati. Bahkan tindakan itu bisa dikategorikan sebagai kemusyrikan.

Sedangkan Syaikh al Fauzan (juga ulama Saudi) menyatakan bahwa tindakan menghormati bendera adalah ‘perbuatan maksiat’.

Menurut Cholil, cara menghormati yang benar dalam Islam adalah memberi salam. Namun, tulisnya lagi, makna memberi salam adalah mendoakan, sehingga itu tak pantas dilakukan pada bendera yang merupakan benda mati.

Di akhir tulisan, Cholil menyatakan bahwa bila kita hendak menghormati negara, maka cara terbaiknya adalah dengan mendengar dan taat pada aturan negara yang tidak bernilai maksiat dan sesuai syariat Islam serta mendoakan aparatur negara agar selalu mendapat bimbingan Allah.

Pernyataan Cholil ini kembali menunjukkan satu persoalan besar Islam di Indonesia. Cholil adalah seorang tokoh terpandang yang pendapat-pendapatnya diyakini banyak pihak. Posisinya sebagai Ketua MUI tentu juga memungkinkan ia mempengaruhi perilaku umat Islam.

Masalahnya, ia begitu saja merujuk pada para ulama Saudi yang dalam khazanah intelektual Islam justru dianggap terbelakang. Gaya pemahaman keislaman di negara itu selama ini dikenal sangat kaku, literal, mengabaikan perjalanan panjang tradisi pengkajian keagamaan dunia Islam, serta anti-dialog dan diskusi. Sampai sekarang, misalnya, kaum perempuan di negara itu masih diharamkan untuk mengendarai mobil akibat adanya fatwa ulama.

Argumen-argumen yang dikeluarkan sangat bisa diperdebatkan. Misalnya, bahwa dengan menghormati bendera, seorang muslim dianggap akan terkikis keimanannya nampak absurd di kalangan yang mau menggunakan akal. Cholil sendiri begitu saja menerima fatwa tersebut, tanpa ada hasrat untuk membicarakannya atau mengkajinya secara kritis.

Bila begini kualitas pernyataan Ketua MUI, tentu bisa dibayangkan kualitas umat seperti apa yang akan berkembang.***

6 responses to this post.

  1. Posted by embun pagi on Maret 25, 2011 at 5:39 pm

    Bukankah semua negara islam di timur tengah mempunyai bendera yang harus dihormati oleh rakyatnya juga, tetapi kenapa mereka tidak berteriak bego dan berpikir picik seperti MUI yang mengharamkan bendera dan lagu kebangsaan. Kalau berpikir bahwa bendera haram seharusnya tidak perlu lagi ada ibadah haji karena pemerinath arab saudi memiliki bendera dan lagu kebangsaan.

    Balas

  2. Kok muslim ga pernah bisa berpikir cerdas, selalu kembali di jaman jahiliyah 1400 thn yg lalu, blm ada negara merdeka, bendera, lagu kebangsaan, oh Tuhan, inikah umat Mu? Atau Engkau memang telah menutup hati dan pikiran para muslim shg mrk mmg tlh MATI meskipun masih HIDUP, masih menjadi manusia tapi tdk memiliki otak?? Maafkan kata-kata ku ini Tuhan Yesus, krn tlh menyinggung perasaan Engkau sebagai Pencipta manusia-manusia dogol seperti kalangan MUI.

    Balas

  3. Astaghfirullohal’adzim,,seorang ketua MUI telah mengutarakn sebuah kebenaran.tpi knapa kalian justru mengecam kcewa??,islam..adl agama rahmatan lil ‘alamin,,kalo tdk merujuk ke negara arab..apa mungkin ntk menimba ilmu atopn hukum islam ke negara lain??,coba kalian ingat..bhwa islam trlahir di arab..jdi wajar dunk merujuk dri sana.emang kalian hidup ini di buminya siapa haahh..!?,kalian hidup dibumi Alloh..jdi wajar klo kita itu tunduk pda hukum Alloh..!!,

    Balas

  4. Hehh,,elu yg ngaku ontaarab!!,elu klo pnya mulut disekolahin dulu biar tau tatakrama,,!!.menghormati orng lain skalipun beda kyakinan,!!,selain mulut elu..otak elu jg prlu dibilas..biar bersih dr pikiran d ucapan yg tak pantes elu tulis disni..INGET ITU !!

    Balas

  5. Ketua MUI haramkan menghormati pendera MKRI, tetapi MUI halalkan Kyai Haji Zainudin sejuta umat merampas perawan Aida Saskia….karena harus mengikuti teladan nabi dan sunnah nabi Muhammad dalam hal perzinahan nabi yang mulia Muhammad dengan Mariyah babunya Hafsa…ini kan perzinahan yang diijinkan oleh agama islam…ini adalah jalur pelacuran dirodhoi oleh agama yang muliah islam

    Balas

  6. komputer yang di pakai MUI juga bi`dah karna jaman muhammad tidak pernah memakai komputer…mobil juga …sebaiknya MUI memakai unta .

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: