Siswi SD sampai SMA Diusulkan Wajib Berjilbab

BANGKALAN– Masih banyaknya sekolah yang tidak menerapkan siswa untuk berbusana muslim, khususnya berjilbab, menjadi perhatian dari kalangan anggota DPRD Bangkalan.

Diharapkan, pihak terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan dan masing-masing sekolah segera menerapkan aturan wajib jilbab, khususnya di lingkusan sekolah sendiri.

Alasan wajib jilbab di dunia pendidikan, dinilai sangat tepat. Sebab, ikon dari Kabupaten Bangkalan sendiri yang merupakan kota santri, ditopang dengan banyaknya pondok pesantren (ponpes) dan madrasah, menjadi dorongan tersendiri untuk memakai jilbab.

Di sisi lain, berbusana muslim dan memakai jilbab juga merupakan tuntunan bagi warga yang beragama Islam.

“Di sini (Bangkalan) merupakan kawasan yang agamis, sehingga cukup beralasan kalau dunia pendidikan khususnya siswa wajib berjilbab,” ujar anggota komisi D DPRD Bangkalan, Sudarmo, Selasa (29/3/2011).

Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan, dari hasil pantauan di beberapa lembaga pendidikan, ditemukan hampir sebagian besar sekolah umum khususnya SMP dan SMA Negeri yang ada di kabupaten Bangkalan, masih belum menerapkan wajib berjilbab dan memakai busana muslim.

Dia hanya menujukkan satu contoh, yakni SMPN 1 Arosbaya yang telah menerapkan wajib jilbab bagi seluruh siswi yang masuk sekolah. Bahkan, aturan tersebut dituangkan dalam sebuah keputusan yang bersifat mengikat, sehingga kalau ada siswi yang tidak pakai jilbab, kecuali dari luar agama Islam, akan kena teguran.

“Ke depan, kami mendesak agar semua sekolah mengeluarkan aturan wajib berjilbab. Itu sangat penting karena merupakan tuntutan agama Islam,” urainya.

Sudarmo menambahkan, untuk merealisasi aturan wajib berjilbab dan busana muslim tersebut, tidak hanya berasal dari kalangan sekolah saja. Peran aktif dari Dinas pendidikan, serta dorongan kuat dari orangtua masing-masing siswi, juga sangat dibutuhkan sekali.

“Dengan memakai jilbab, itu sama dengan menutup aurat sehingga bisa menghindari godaan dari lawan jenis,” ungkapnya.

Usulan wajib jilbab di lingkungan sekolan tersebut, secara otomatis disetujui oleh kalangan pondok pesantren (ponpes). Dinilai, kondisi saat ini yang sudah serba terbuka dan banyak siswa yang tidak punya malu, dengan membuka aurat di tempat umum dinilai sudah melanggar norma agama.

“Ya, kalau perlu ditegaskan sekalian dengan adanya perda (peraturan daerah). Itupun tidak hanya sekolah, ditempat umum juga kalau bisa wajib berjilbab,” ucap pengasuh ponpes Labang, Kiai Ahmad Ali Ridho secara terpisah.
(Subairi/Koran SI/kem)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: