Gereja Tidak Boleh Ada Di Jalan Kiai Abdullah?

Reformata.com – GKI Taman Yasmin Bogor melaporkan Walikota Bogor, Diani Budiarto, ke Mabes Polri. Pernyataan sang wali kota yang dimuat di satu media cetak lokal dan satu TV lokal, membuat jemaat gereja resah. Seperti diketahui, Pemkot mencabut IMB yang pernah dia berikan untuk gereja tersebut, dan warga menuntut hak mereka atas IMB dan kebebasan beribadah yang dijamin UU.

Walikota Diani yang dituntut untuk bertanggung jawab atas nasib jemaat, malah mengatakan, “Mereka (GKI) mau tempat ibadah atau perang”. Pihak GKI yang merasa terancam lalu melapor ke Bareskrim Mabes Polri Jumat (1/4). Dalam laporan itu, GKI menuduh Walikota telah melanggar Pasal 335 dan 336 KUHP mengenai Perbuatan Tidak Menyenangkan dan ancaman kekerasan.

“Salah satu bukti yang disampaikan dalam laporan kami adalah koran Harian Radar Bogor edisi Kamis, 31 Maret 2011, pada halaman 6, yang mengutip ucapan Diani yang mengancam untuk memerangi GKI Taman Yasmin bila GKI menolak ambisinya yang melanggar hukum, untuk pindah dari Taman Yasmin,” kata Jayadi Damanik, Kuasa Hukum GKI.
Pendeta Nugroho yang mendampingi umat GKI berharap bahwa pemerintah pusat akan segera mengambil alih penanganan kasus diskriminasi yang dialami gerejanya.

Walikota Diani dalam jumpa pers Jumat (1/4) sore di Balaikota Bogor mengaku, kata perang yang dimaksud dalam wawancara itu, bukan perang sesungguhnya. Akan tetapi ia mengajak semua kalangan, agar mematuhi aturan dan menjaga kondusifnya Kota Bogor.

“Pernyataan “Mereka (GKI) mau tempat ibadah atau perang”, bukan sebuah ancaman tapi sebuah ajakan untuk menjaga kondusifnya wilayah dengan cara mematuhi aturan,”kata Diani.
Ia menambahkan, apa yang dilakukan terkait dengan pencabutan IMB Gereja, sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Ia juga mengungkapkan, alasan warga Bogor menolak keberadaan gereja Yasmin, karena lokasinya berada di Jalan Abdullah bin Nuh, sebuah lokasi yang menjadi nama kiai besar yang sagat dihormati warga Bogor. Hans/Pos Kota

2 responses to this post.

  1. Posted by J q D on April 11, 2011 at 9:29 am

    Perang??? Ga takut. Asal bukan atas dasar agama tapi demi kebebasan beribadah. Agama ga perlu dibela apalagi jadi tunggangan politik di negeri yg banyak orang2 rasis

    Balas

  2. Pernyataan “Mereka (GKI) mau tempat ibadah atau perang”, bukan sebuah ancaman tapi sebuah ajakan untuk menjaga kondusifnya wilayah dengan cara mematuhi aturan,”kata Diani.
    Sebuah pernyataan seorang Kepala Daerah yang tidak bertanggung jawab dan mencari aman utk diri sendiri atau jabatannya. Kasihan sekali utk daerah yg dipimpin oleh Kepala Daerah kelas rendah spt ini.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: