Wanita Arab Saudi Dilarang Keras mengemudi Mobil, Oh Dunia!!

SAUDI, KOMPAS.com – Kasihan betul nasib para wanita di Arab Saudi. Di era modern sekarang ini, mereka justru dilarang mengemudikan mobil. Nah, sekelompok wanita, baru-baru ini melakukan kampanye menuntut agar mobil-mobil buatan luar negeri ditarik ke luar dari kerajaan.

Tuntuntan pertama mereka ditujukan kepada Fuji Heavy Industries Ltd’s agar segera menarik produknya Subaru. Setelah produk Jepang, menyusul Cadillac (Amerika) dan Hyundai (Korea Selatan).Subaru yang diserang pertama, menurut para aksi karena pabrikan itu menyediakan kendaraan buat wanita.

Aksi sekelompok wanita itu terhadap larangan mengemudi itu mendapat dukungan dari menteri Luar Negeri Amerika, Hillary Clinton. Bahkan, pertengahan Juni lalu, beberapa wanita mengemudikan mobil di jalan protokol dan Hillary menyebutnya sebagai “wanita pemberani”. “Saya tergerak oleh aksi mereka dan saya ikut mendukungnya,” begitu sebut Hillary.

“Ini merupakan harapan kami agar bisa menekan tekanan besar pada keluarga kerajaan Saudi dan memberi ‘sinar terang’ buat diskriminasi terhadap wanita di negeri ini,” komentar kelompok aksi tersebut.

Aksi ini bukan yang pertama kali dan sudah pernah dilakukan November 1990, saat pasukan Amerika berkumpul di kerajaan untuk mempersiapkan perang mengusir pasukan Irak dan Kuwait. Aksi saat itu terinspirasi oleh seorang pasukan wanita AS mengemudikan mobil di gurun membawa menyelamatkan seorang wanita Kuwait dan anak-anaknya. Pengemudi dan penumpang sempat ditahan sedikitnya dua tahun.

Karena saat itu banyak media internasional, para pemrotes berharap aksi mereka bisa diketahui dunia. Dengan begitu, perjuangan mencabut larangan sedikit terbantu.

Kenapa dilarang

Larangan wanita mengemudikan mobil, menurut Sheikh Mohammed al-Nujaimi, seorang ulama punya beberapa pertimbangan. Pertama, bila wanita dibolehkan mengemudi akan bebas meninggalkan rumah sendirian kapan pun mereka suka. Kedua, wanita akan melanggar aturan yang membatasi percampuran jenis kelamin karena berinteraksi dengan mekanik jika mobil mengalami sesuatu atau saat mengisi bensin.

Ketiga, Arab Saudi memberlakukan pembatasan interpretasi versi Wahhabi Islam Suni, di mana perempuan tidak diizinkan mengajukan SIM, sekalipun untuk waktu tertentu.

Reaksi pabrikan

Adanya aksi itu, menurut juru bicara Fuji Heavy, mereka belum menerima informasinya. “Kami hanya memiliki dealer dan tidak ada pabrik. Lagi pula, penjualan setiap tahunnya sekitar 300 sampai 400 unit,” sebutnya.

Sementara Hanspeteer Ryser, juru bicara Cadillac di Zurich mengatakan bahwa pihaknya belum ada rencana mengubah strategi bisnis, sehubungan dengan adanya larangan itu.

“Saya tidak bisa membayangkan jika ada langkah untuk ke luar dari Arab Saudi. Ini merupakan pasar yang sangat kuat bagi kami,” tutup Ryser.

2 responses to this post.

  1. Posted by wong bodo on Juli 1, 2011 at 4:05 am

    aku setuju dengan larangan ini karena perempuan arab bukanlah (diperlakukan seperti) manusia. semakin banyak tali kekang yang membelenggu kebebesan perempuan di saudi arabiadab ini, akan semakin baik bagi kehidupan manusia di bumi. Mereka akan beramai-ramai dan bersatu melawan islam. Good point dari wong bodo

    Balas

  2. makanya dimana mana islam adalah terbodoh

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: