Seorang Kiai Cabuli 30 Puluh Santri demi Hapus Dosa

Metrotvnews.com, Batang: Seorang kiai di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan santrinya. Tak terima atas perlakuan itu, santri-santri tersebut melaporkan ulah sang kiai ke polisi. 

Sejumlah santri datang ke Mapolres Batang didampingi pengurus pondok pesantren. Mereka menyebut, sang kiai telah mencabuli 30 santri sejak 2005 hingga sekarang. Parahnya, tindakan tersebut diakui sang kiai sebagai penghapusan dosa.

Kejadian itu terkuak setelah salah seorang korban bercerita ke salah satu pengurus pondok pesantren. Korban mengaku pelecehan seksual yang diterima mereka mulai dari diminta untuk memegang alat vital hingga disodomi. Selain itu, mereka juga mengaku dipaksa melakukan karena terdoktrin ucapan sang kiai bahwa apa yang dilakukan itu untuk menghapus dosa yang akan datang.

Namun hingga kini, ketua pengurus pondok pesantren belum dapat dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.

27 responses to this post.

  1. Posted by Melky on Januari 6, 2012 at 5:45 am

    ampuni aja tuh,, spa tw ja si Kyai KHILAF…..!!!

    Balas

  2. Duh, mungkin niru Paus.

    Balas

    • Posted by bocah bodoh on Januari 12, 2012 at 9:46 am

      mana mungkin!!!! semua yang dilakukan paus aja dihujat, kok. boro2 ditiru. ngeles kok asal……..

      Balas

      • hanya Islam yang mengatakan Paus berzinah, tanpa ada bukti yang akurat, Islam sukanya baca media teroris dan media fitnah islam. ini baru bukti coyy… berita metro tv. dasar Islam suka fitnah!!

  3. maklumlah.. Nabi muhammad aja mengawini siti aisyah umur 9 tahun, kan hasrat sex harus di salurkan daripada cari pelacur.

    Balas

    • Angka 9 itu ga tepat…referensi salah coy….coba liat lagi….mana mau…bah

      Balas

      • Posted by rioharyantopesantren on Agustus 7, 2016 at 7:27 pm

        lihat aja di youtube penjelasan pakar2 muslim tentang umur aisyah , bener 9 tahun koq,
        diindonesia aja pakar2 muslim dari keturunan blasteran arab pada memutarbalikkan fakta

  4. Posted by Boss...ok on Juni 9, 2012 at 7:59 pm

    Nih ade juga cerita yang nyari sama, tenang aje.

    Senarai Skandal Rohaniwan Katolik
    AP (Associated Press ) mencatat, sejak tahun 1990-an ada 15.000 pengaduan pelanggaran seks yang dilakukan oleh gereja di Irlandia
    Hidayatullah.com–Beberapa bulan terakhir Eropa diguncang berita pelanggaran seksual oleh rohaniawan Katolik atas anak-anak. Kasusnya bukan baru saja terjadi, sebagian adalah kasus lama yang baru terungkap.
    Membuat senarai secara kronologis pelanggaran seksual tersebut bukan perkara mudah, selain pelaku dan korban jumlahnya banyak, sebagian besar baru terungkap puluhan tahun kemudian. Di samping itu, seorang anak tidak sekali dua mengalami pelanggaran seksual, ada di antara mereka mengalaminya selama bertahun-tahun.
    “Seperti tsunami,” kata Elke Huemmeler, Kepala Pencegahan Pelanggaran Seksual di Keuskupan Munich, Jerman, kepada Associated Press, mengomentari banyaknya kasus.
    Sejak kapan pelanggaran keji ini terjadi juga tidak diketahui. Namun, karena pelakunya adalah para rohaniwan gereja, kemungkinan besar kasus terjadi sejak gereja itu sendiri berdiri.
    Di dunia ini, Katolik Roma adalah denominasi Kristen terbesar. Tidak ada data pasti berapa jumlah pengikutnya. Tapi beberapa laporan menyebutkan, umat Katolik Roma mencapai 1,1 milyar di tahun 1990-an. Hingga kini masih menjadi agama dengan umat terbanyak.
    Jika kita buat perkiraan kasar ada 5.000 gereja Katolik di seluruh dunia, dengan satu kasus pelanggaran di setiap gereja setiap tahunnya, maka bisa dibayangkan berapa jumlah kasus yang terjadi selama 10 tahun saja. Padahal, pelanggaran bukan hanya terjadi di gereja, tapi juga di sekolah, seminari dan institusi lain yang dikelola gereja. Pelaku tidak hanya meminta satu korban, di antara mereka bahkan ada yang menggarap 7 anak dari satu keluarga besar.
    Kita mulai perjalanan senarai ini dari Irlandia, sebuah negeri di kawasan Eropa yang dikenal relijius, dan Paus Benediktus XVI meminta maaf atas skandal pedofilia secara khusus kepada umat Katolik di sana.
    Irlandia
    Kasus pedofilia di Irlandia mulai terkuak agak lebar setelah kasus serupa di AS mencuat. Tapi baru pertengahan tahun 2009 pemerintah membuat laporan seputar pelanggaran seks oleh rohaniwan Irlandia. Dalam laporan itu disebutkan, diduga ada 2.000 kasus pelanggaran seks selama lebih dari 60 tahun.
    Agak sulit dipercaya, jika selama lebih dari setengah abad, hanya ada 2.000 kasus saja. Sementara Associated Press melaporkan, sejak pertengahan tahun 1990-an tercatat ada 15.000 pengaduan pelanggaran seks yang dilakukan oleh gereja di Irlandia.
    Ada pengaduan, berarti ada data yang terungkap. Bagaimana dengan yang tidak mengadu dan tidak terungkap? Karena menurut penyelidikan pemerintah Irlandia yang dirilis Nopember 2009 lalu, diketahui ada kongkalikong antara gereja dengan kepolisian. Mereka sepakat menutupi skandal itu dari mata publik. Tidak tanggung-tanggung, disebutkan bahwa upaya menutupi kasus itu dilakukan secara sistematis. Bukan main, tindak amoral ditutupi oleh dua lembaga terhormat yang seharusnya mengawal moral masyarakat.
    Alih-alih ingin mengecilkan ukuran skandal di Irlandia, pejabat Vatikan justru memberikan argumentasi yang memperkuat dugaan bahwa kasus itu bukan kasus kecil. September 2009 mereka pernah bilang, mengutip data statistik, hanya 1,5-5 persen saja dari rohaniwan di seluruh dunia yang terkait dengan kasus pedofilia. Kalau persentasi itu diangkakan, berarti setidaknya 20.000 pastor di seluruh dunia melakukan pelanggaran seksual terhadap anak-anak. Fantastis!
    Belanda
    Dari Irlandia kita menuju negara yang pernah menjajah Indonesia 350 tahun lamanya, Belanda. Februari lalu, Radio Netherlands mengungkap skandal di sekolah-sekolah Katolik berasrama. Kasus terjadi di tahun 1960an dan 1970an.
    Sekolah Katolik berasrama di Belanda terakhir ditutup pada tahun 1981. Meskipun demikian, para alumni yang juga korban tidak pernah lupa akan kejadian yang mereka alami.
    Setelah laporan itu diturunkan, setidaknya ada 200 kasus lain yang muncul ke permukaan. Para korban menceritakan pastor yang menistakan mereka, bagaimana para wakil tuhan itu berupaya menutupi perbuatan dosanya, termasuk menghilangkan bukti-bukti.
    Belajar dari kegagalan public relation Gereja Irlandia, Gereja Belanda cepat-cepat minta maaf pada 9 Maret 2010 dan memerintahkan penyelidikan. Vatikan memuji kesigapan Gereja Belanda. Tapi publik yang sudah tahu kebiasaan gereja mereka, menilai upaya itu hanyalah taktik, ‘gaya Vatikan menutupi masalah’.
    Filipina
    Di negara ini Katolik merupakan agama mayoritas. Tahun 2002, gereja meminta maaf atas tindak kriminal seksual yang dilakukan oleh ratusan pastornya. Satu tahun kemudian, muncul kasus baru, sehingga 34 pastor diberhentikan.
    Australia
    Dalam perjalananya ke Negeri Kangguru pada tahun 2008 silam, Paus Benediktus XVI mengecam pelanggaran seksual yang jumlahnya–meminjam istilah Betawi–bejibun, di Keuskupan Australia. Ia hanya bisa menyampaikan keprihatinan dan permintaan maaf.
    Paus patut prihatin, karena setelah itu banyak kasus lain mencuat. Sejumlah pastor berubah menjadi pesakitan.
    Kanada
    Akhir tahun 1980an, ratusan kasus pelanggaran seksual di sebuah panti asuhan di Newfoundland terungkap. Sebuah komite dibentuk guna menyelidikinya, melakukan penuntutan, dan memaksa agar kompensasi bernilai jutaan dikucurkan untuk para korban.
    Tahun 1999 James Jickey dari Keuskupan St. John dituntut dan dijatuhi hukuman penjara karena mencabuli bocah-bocah laki-laki. Entah karena tidak punya dana atau enggan membayar, gereja meminta waktu 10 tahun untuk melunasi kompensasi yang harus diberikan kepada korban.
    Tahun 2009 akhirnya para hakim memutuskan bahwa gereja secara tidak langsung bertanggung jawab atas tindak kejahatan tersebut.
    Amerika Serikat
    Tahun 2002 John J. Geoghan diadili karena kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual lainnya atas 130 anak selama ia bertugas sebagai pelayan tuhan di Keuskupan Boston.
    Tigapuluh tahun lamanya ia beraksi tanpa ada upaya gereja melaporkannya ke polisi sama sekali. Orangtua korban justru diancam agar menutupi kasus yang menimpa anaknya. Padahal keempat anak seorang ibu yang mengadu ke gereja, semuanya menjadi korban Geoghan selama beberapa tahun.
    Gereja akhirnya diharuskan membayar kompensasi lebih dari 2 milyar dollar kepada para korban.
    Upaya gereja menutupi skandal Geoghan selama puluhan tahun, merupakan gejala umum yang biasa dijumpai di banyak gereja lain.
    Tahun 2008 ketika berkunjung ke Amerika, seperti biasa, Paus menyampaikan permintaan maaf.
    Swiss
    Di negara mini yang terkenal dengan banknya ini juga terjadi kasus yang sama. Setidaknya ada 60 orang menjadi korban dalam 15 tahun terakhir.
    Austria
    Maret 1995, seorang mantan siswa menuduh Ketua Konferensi Uskup Austria ketika itu, Kardinal Hans Hermann Groer, melakukan pelanggaran seksual. Vatikan tidak mengambil tindakan keras terhadap Groer. Mereka hanya mengabulkan permohonan pengunduran diri Groer dari jabatannya, yang telah diajukan sebelum kasus itu terungkap.
    Meskipun telah menerima pengunduran diri Groer, Vatikan membiarkannya tetap bekerja hingga musim gugur tahun itu. Dengan setengah hati ia menyampaikan permintaan maaf, setelah empat uskup membuat sebuah pernyataan bahwa mereka yakin tuduhan atas Groer benar adanya.
    Beberapa hari kemudian, dilaporkan ada seorang pastor yang melakukan pelanggaran seksual atas sekitar 20 anak di wilayah kekuasaannya.
    Kasus serupa dikabarkan juga terjadi di sekolah berasrama di Mehrerau Abbey, dan atas anak-anak anggota paduan suara terkenal Vienna Boys’ Choir.
    Swedia
    Pertengahan Desember lalu, seorang pastor yang diajukan ke meja hijau atas pelanggaran seksual kepada dua bocah laki-laki selama perjanan keliling Eropa, dibebaskan dari segala tuduhan. Catatan pengabdian pastor itu selama 31 tahun dinilai bersih.
    Namun anehnya, meskipun ia masih menempati posnya di Halland, pastor itu tidak lagi diizinkan berhubungan dengan anak-anak.
    Jerman
    “Puncak dari gunung es,” begitu kata Direktur Canisius College, Klaus Mertes, yang mengungkap pelanggaran seksual atas para siswanya. Selama puluhan tahun para uskup di Jerman menutup mata atas kasus tersebut.
    Menurut survei yang dilakukan Spiegel awal bulan Februari lalu atas 27 keuskupan yang ada di Jerman, sedikitnya 94 pastor dan anggota gereja lainnya diduga terlibat pelanggaran seksual anak-anak yang jumlahnya tidak terhitung, sejak tahun 1995.
    Sebanyak 24 dari 27 keuskupan menanggapi pertanyaan Spiegel. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga menjadi korban.
    Sebuah kelompok bernama Round Table for Care in Children’s Homes baru-baru ini menerbitkan laporan sementara yang memuat temuan-temuan mengejutkan. Mereka mendapati, banyak pelanggaran seksual atas anak-anak dan orang dewasa yang tinggal di rumah-rumah penampungan yang dikelola gereja sejak tahun 1950an. Separuh dari rumah penampungan itu milik gereja Katolik.
    Menurut laporan itu, dalam beberapa bulan terakhir lebih dari 150 korban datang menceritakan pelanggaran seksual yang mereka alami. Salah seorang di antara mereka adalah remaja perempuan berusia 15 tahun. Ketika ia duduk di kursi pengakuan dosa, remaja itu melihat pastornya melakukan mastubasi. Saat dirinya berusaha pergi, seorang biarawati yang mengurus rumah penampungan memukulinya. Hingga saat ini, belum ada penyelidikan yang sistematis atas sekolah, rumah penampungan, dan lainnya yang dikelola gereja Katolik di Jerman.

    Balas

  5. Posted by Anonim on September 16, 2012 at 4:10 pm

    siapa nama kiai itu

    Balas

  6. Posted by Jack Israel on November 8, 2012 at 2:17 am

    hanya untuk untuk RESPONDEN KRISTEN:

    Kenapa kalian memaki dan menghujat, dimana kasih yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita. kalau kalian tidak bisa memberi respon yang alkitabiah sebaiknya jangan berkomentar dalam blog ini. Tuhan yesus mengajarkan supaya kita berbagi kasih hanya karena masalah ini kalian menganggap mereka (umat muslim) begitu hina. “sebelum kau mengeluarkan selumbar dari mata saudarmu keluarkan dahulu balok dari matamu” baru kau memberi tanggapan dalam blog ini. saya ingin tahu apakah pemilik blog ini beragama atau Atheis. jika pemilik blog ini beragama muslim sungguh berdosanya kau…..! dan jika pemilik blog ini adalah kristen maka kau itu hanya kristen KTP kau mungkin hanya memakai Alkitab untuk menjatuhkan sesamamu (Muslim) saja dan kau telah membuat malu Tuhan Yesus dan Umatnya. Semoga kau kembali ke jalan yang benar.
    AMIN

    Balas

    • Posted by rioharyantopesantren on Agustus 7, 2016 at 7:30 pm

      coba check di alquran dan tanya juga kepada ilmuan2 muslim atau cendikiawan muslim , pada tahun kemunculan alquran apakah sudah ditulis “perangilah kafir jahudi dan nasrani…” serta terapan syariat terhadap non-islam
      , jadi situ tidak asal tuduh mengatakan non-islam benci islam…
      itu namanya berusaha mempelajari apa yang selalu dipaksakan cendikiawan muslim kepada non-islam

      Balas

  7. Siapapun yg membuka/membaca blok ini, berarti Anda sdh hrs siap fisik, mental & rohani. Tentunya pemilik blok ga akan bertggjwb kalo setelah membaca berita2 or komen2 di blok ini Anda jadi emosi, marah & dendam, kemudian sakit jantung lalu menghadap Ilahi. Bagi kaum muslim, kalo Anda ga siap membaca berita ttg org muslim yg murtad, ya jgn mau buka n membacanya; bagi org Kristen, atheis or agnos, jgn lalu besar kepala & menghina org lain. Ingat, iman dan perbuatan kita berbicara jauh lbh nyaring drpd jutaan kata2 yg sekadar retorika… Awasilah dirimu sendiri, awasi jg ajaranmu jikalau setelah memberitakan Injil kmu sendiri ditolak….

    Balas

  8. Posted by Manwut on Januari 19, 2013 at 2:47 pm

    Pusia Indahnya islam

    Islam adalah terbaik. Bila kalian tak setuju, maka kalian akan kupancung.
    Islam adalah toleran, bila kalian tak setuju maka kalian akan kubakar.
    Islam adalah rahmatan lilalamin, bila kalian tak setuju maka kalian haris bayar pajak pada kami.
    islam adalah suci, maka jangan buat kami marah.
    Islam adalah indah, bila kalian tak setuju maka akan aku bom gereja kalian.

    Balas

    • Posted by a.saputra al.jihad on Agustus 13, 2013 at 3:06 pm

      Puisi anda kampungan,?semoga anda d ampuni dan d bri hidayah saran sy coba anda pljri islam dgn baik dan benar,klau mauu belajar dgn saya,trm ksh

      Balas

    • Posted by Anonim on September 30, 2013 at 9:30 am

      puisi apaan ini??

      Balas

    • Posted by rioharyantopesantren on Agustus 7, 2016 at 7:33 pm

      realitas penganut islam yang bertindak secara ormas dibawah kepemimpinan ulama atau cendikiawan muslim,
      sulit merasakan budaya kesukuan tanah air, krn muslim tidak menganggap kesukuan manapun, selain ajaran alquran

      TOA itu bisa mengeluarkan suara electronik lebih keras dari suara aslinya karena teknologi kafir lho…

      Balas

  9. Posted by Anonim on Mei 5, 2013 at 12:58 pm

    Allahu aklam…..semua kembali pd diri masing2…
    ? Ga perlu saling meng hujat…..mari bersama2 bangun negri ini dengan ke kedamaian…dn keimanan.

    Balas

  10. Posted by umar tauhid on Juli 17, 2013 at 4:08 am

    sesuai dengan teladan cikal bakalnya

    Balas

  11. Posted by toyo asolole on Desember 12, 2013 at 12:59 pm

    emboh sak karep mu lek comen he he he..yg penting
    asololeeeee…??

    Balas

  12. Posted by Anonim on Maret 2, 2014 at 3:31 am

    Kalau media kristen namanya jg harus kristen dong, dasar banci mengatas namakan Islam padahal org kristen sesat ni yg punya blog..

    Balas

  13. Posted by Anonim on Maret 24, 2014 at 8:58 am

    Alah kepet kabeh…lebih baik benahi diri sendiri daripada koreksi orang lain..malah akan lebih baik untuk kita didunia ini dan diakhirat nanti…diamlah diam njangan bacot mulu..basi

    Balas

  14. Posted by Anonim on Maret 29, 2014 at 5:00 pm

    Nabi Muhammad Saw Nabi akhir zaman. dan sejak kapan Nabi Isya Alaihissalam diangkat jadi Nabi oleh umat kristiani

    Balas

  15. Posted by Heru on September 25, 2015 at 12:41 am

    Kebenaran Islam Lebih dari Sekedar Pencerahan

    Beranda
    1000+ Kesalahan Quran
    About
    Al-Quran
    ALLAH
    ANTIKRISTUS
    Buku Saku Islam
    BURQA
    C-M&I
    E-BOOKS
    ISLAM
    Islam dan Yahudi
    Islam in Light of History
    ISLAMIC INVASION
    ISMAIL SAUDARAKU
    ISMAIL SAUDARAKU
    JIHAD
    KABAR SUKACITA
    KAUM KEDAR
    KEBENARAN MUHAMMAD
    Kontroversi Quran
    MENINGGALKAN ISLAM
    Prestasi Muhammad
    Rahasia Quran
    Siapa YESUS?
    Siapakah Yesus?
    SON OF HAMAS
    Surga
    Syariah
    The Challenge of Islam
    WHY I AM NOT A MUSLIM
    WHY WOMEN ISLAM
    YESUS & MUHAMMAD

    « Jamaah Haji Wafat di Saudi 492 Orang
    50 Buku Islam Bermutu bagi Orang Indonesia »

    4 Jan
    Seorang Kiai Cabuli 30 Puluh Santri demi Hapus Dosa

    Posted Januari 4, 2012 by muntazarali in BERITA, SYARIAH, WANITA. Tagged: Hapus Dosa, Kiai Cabul, Kiai Perkosa Santri, Santri Dicabuli. 20 Komentar

    Metrotvnews.com, Batang: Seorang kiai di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan santrinya. Tak terima atas perlakuan itu, santri-santri tersebut melaporkan ulah sang kiai ke polisi.

    Sejumlah santri datang ke Mapolres Batang didampingi pengurus pondok pesantren. Mereka menyebut, sang kiai telah mencabuli 30 santri sejak 2005 hingga sekarang. Parahnya, tindakan tersebut diakui sang kiai sebagai penghapusan dosa.

    Kejadian itu terkuak setelah salah seorang korban bercerita ke salah satu pengurus pondok pesantren. Korban mengaku pelecehan seksual yang diterima mereka mulai dari diminta untuk memegang alat vital hingga disodomi. Selain itu, mereka juga mengaku dipaksa melakukan karena terdoktrin ucapan sang kiai bahwa apa yang dilakukan itu untuk menghapus dosa yang akan datang.

    Namun hingga kini, ketua pengurus pondok pesantren belum dapat dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.
    Terkait

    Mairil, Tradisi Seks-sejenis di Pesantrendalam “BERITA”

    Ustad Cabuli Santrinya Sejak 2005dalam “MUHAMMAD”

    Siswi SD sampai SMA Diusulkan Wajib Berjilbabdalam “BERITA”
    20 responses to this post.

    Posted by Melky on Januari 6, 2012 at 5:45 am

    ampuni aja tuh,, spa tw ja si Kyai KHILAF…..!!!

    Balas

    Posted by Agus on Januari 7, 2012 at 11:38 am

    Duh, mungkin niru Paus.

    Balas

    Posted by bocah bodoh on Januari 12, 2012 at 9:46 am

    mana mungkin!!!! semua yang dilakukan paus aja dihujat, kok. boro2 ditiru. ngeles kok asal……..

    Balas

    Posted by Cinta Keadilan on Februari 16, 2012 at 5:54 am

    hanya Islam yang mengatakan Paus berzinah, tanpa ada bukti yang akurat, Islam sukanya baca media teroris dan media fitnah islam. ini baru bukti coyy… berita metro tv. dasar Islam suka fitnah!!

    Posted by keadilan on Februari 16, 2012 at 5:52 am

    maklumlah.. Nabi muhammad aja mengawini siti aisyah umur 9 tahun, kan hasrat sex harus di salurkan daripada cari pelacur.

    Balas

    Posted by yombk on Mei 11, 2012 at 2:21 pm

    Angka 9 itu ga tepat…referensi salah coy….coba liat lagi….mana mau…bah

    Balas

    Posted by Boss…ok on Juni 9, 2012 at 7:59 pm

    Nih ade juga cerita yang nyari sama, tenang aje.

    Senarai Skandal Rohaniwan Katolik
    AP (Associated Press ) mencatat, sejak tahun 1990-an ada 15.000 pengaduan pelanggaran seks yang dilakukan oleh gereja di Irlandia
    Hidayatullah.com–Beberapa bulan terakhir Eropa diguncang berita pelanggaran seksual oleh rohaniawan Katolik atas anak-anak. Kasusnya bukan baru saja terjadi, sebagian adalah kasus lama yang baru terungkap.
    Membuat senarai secara kronologis pelanggaran seksual tersebut bukan perkara mudah, selain pelaku dan korban jumlahnya banyak, sebagian besar baru terungkap puluhan tahun kemudian. Di samping itu, seorang anak tidak sekali dua mengalami pelanggaran seksual, ada di antara mereka mengalaminya selama bertahun-tahun.
    “Seperti tsunami,” kata Elke Huemmeler, Kepala Pencegahan Pelanggaran Seksual di Keuskupan Munich, Jerman, kepada Associated Press, mengomentari banyaknya kasus.
    Sejak kapan pelanggaran keji ini terjadi juga tidak diketahui. Namun, karena pelakunya adalah para rohaniwan gereja, kemungkinan besar kasus terjadi sejak gereja itu sendiri berdiri.
    Di dunia ini, Katolik Roma adalah denominasi Kristen terbesar. Tidak ada data pasti berapa jumlah pengikutnya. Tapi beberapa laporan menyebutkan, umat Katolik Roma mencapai 1,1 milyar di tahun 1990-an. Hingga kini masih menjadi agama dengan umat terbanyak.
    Jika kita buat perkiraan kasar ada 5.000 gereja Katolik di seluruh dunia, dengan satu kasus pelanggaran di setiap gereja setiap tahunnya, maka bisa dibayangkan berapa jumlah kasus yang terjadi selama 10 tahun saja. Padahal, pelanggaran bukan hanya terjadi di gereja, tapi juga di sekolah, seminari dan institusi lain yang dikelola gereja. Pelaku tidak hanya meminta satu korban, di antara mereka bahkan ada yang menggarap 7 anak dari satu keluarga besar.
    Kita mulai perjalanan senarai ini dari Irlandia, sebuah negeri di kawasan Eropa yang dikenal relijius, dan Paus Benediktus XVI meminta maaf atas skandal pedofilia secara khusus kepada umat Katolik di sana.
    Irlandia
    Kasus pedofilia di Irlandia mulai terkuak agak lebar setelah kasus serupa di AS mencuat. Tapi baru pertengahan tahun 2009 pemerintah membuat laporan seputar pelanggaran seks oleh rohaniwan Irlandia. Dalam laporan itu disebutkan, diduga ada 2.000 kasus pelanggaran seks selama lebih dari 60 tahun.
    Agak sulit dipercaya, jika selama lebih dari setengah abad, hanya ada 2.000 kasus saja. Sementara Associated Press melaporkan, sejak pertengahan tahun 1990-an tercatat ada 15.000 pengaduan pelanggaran seks yang dilakukan oleh gereja di Irlandia.
    Ada pengaduan, berarti ada data yang terungkap. Bagaimana dengan yang tidak mengadu dan tidak terungkap? Karena menurut penyelidikan pemerintah Irlandia yang dirilis Nopember 2009 lalu, diketahui ada kongkalikong antara gereja dengan kepolisian. Mereka sepakat menutupi skandal itu dari mata publik. Tidak tanggung-tanggung, disebutkan bahwa upaya menutupi kasus itu dilakukan secara sistematis. Bukan main, tindak amoral ditutupi oleh dua lembaga terhormat yang seharusnya mengawal moral masyarakat.
    Alih-alih ingin mengecilkan ukuran skandal di Irlandia, pejabat Vatikan justru memberikan argumentasi yang memperkuat dugaan bahwa kasus itu bukan kasus kecil. September 2009 mereka pernah bilang, mengutip data statistik, hanya 1,5-5 persen saja dari rohaniwan di seluruh dunia yang terkait dengan kasus pedofilia. Kalau persentasi itu diangkakan, berarti setidaknya 20.000 pastor di seluruh dunia melakukan pelanggaran seksual terhadap anak-anak. Fantastis!
    Belanda
    Dari Irlandia kita menuju negara yang pernah menjajah Indonesia 350 tahun lamanya, Belanda. Februari lalu, Radio Netherlands mengungkap skandal di sekolah-sekolah Katolik berasrama. Kasus terjadi di tahun 1960an dan 1970an.
    Sekolah Katolik berasrama di Belanda terakhir ditutup pada tahun 1981. Meskipun demikian, para alumni yang juga korban tidak pernah lupa akan kejadian yang mereka alami.
    Setelah laporan itu diturunkan, setidaknya ada 200 kasus lain yang muncul ke permukaan. Para korban menceritakan pastor yang menistakan mereka, bagaimana para wakil tuhan itu berupaya menutupi perbuatan dosanya, termasuk menghilangkan bukti-bukti.
    Belajar dari kegagalan public relation Gereja Irlandia, Gereja Belanda cepat-cepat minta maaf pada 9 Maret 2010 dan memerintahkan penyelidikan. Vatikan memuji kesigapan Gereja Belanda. Tapi publik yang sudah tahu kebiasaan gereja mereka, menilai upaya itu hanyalah taktik, ‘gaya Vatikan menutupi masalah’.
    Filipina
    Di negara ini Katolik merupakan agama mayoritas. Tahun 2002, gereja meminta maaf atas tindak kriminal seksual yang dilakukan oleh ratusan pastornya. Satu tahun kemudian, muncul kasus baru, sehingga 34 pastor diberhentikan.
    Australia
    Dalam perjalananya ke Negeri Kangguru pada tahun 2008 silam, Paus Benediktus XVI mengecam pelanggaran seksual yang jumlahnya–meminjam istilah Betawi–bejibun, di Keuskupan Australia. Ia hanya bisa menyampaikan keprihatinan dan permintaan maaf.
    Paus patut prihatin, karena setelah itu banyak kasus lain mencuat. Sejumlah pastor berubah menjadi pesakitan.
    Kanada
    Akhir tahun 1980an, ratusan kasus pelanggaran seksual di sebuah panti asuhan di Newfoundland terungkap. Sebuah komite dibentuk guna menyelidikinya, melakukan penuntutan, dan memaksa agar kompensasi bernilai jutaan dikucurkan untuk para korban.
    Tahun 1999 James Jickey dari Keuskupan St. John dituntut dan dijatuhi hukuman penjara karena mencabuli bocah-bocah laki-laki. Entah karena tidak punya dana atau enggan membayar, gereja meminta waktu 10 tahun untuk melunasi kompensasi yang harus diberikan kepada korban.
    Tahun 2009 akhirnya para hakim memutuskan bahwa gereja secara tidak langsung bertanggung jawab atas tindak kejahatan tersebut.
    Amerika Serikat
    Tahun 2002 John J. Geoghan diadili karena kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual lainnya atas 130 anak selama ia bertugas sebagai pelayan tuhan di Keuskupan Boston.
    Tigapuluh tahun lamanya ia beraksi tanpa ada upaya gereja melaporkannya ke polisi sama sekali. Orangtua korban justru diancam agar menutupi kasus yang menimpa anaknya. Padahal keempat anak seorang ibu yang mengadu ke gereja, semuanya menjadi korban Geoghan selama beberapa tahun.
    Gereja akhirnya diharuskan membayar kompensasi lebih dari 2 milyar dollar kepada para korban.
    Upaya gereja menutupi skandal Geoghan selama puluhan tahun, merupakan gejala umum yang biasa dijumpai di banyak gereja lain.
    Tahun 2008 ketika berkunjung ke Amerika, seperti biasa, Paus menyampaikan permintaan maaf.
    Swiss
    Di negara mini yang terkenal dengan banknya ini juga terjadi kasus yang sama. Setidaknya ada 60 orang menjadi korban dalam 15 tahun terakhir.
    Austria
    Maret 1995, seorang mantan siswa menuduh Ketua Konferensi Uskup Austria ketika itu, Kardinal Hans Hermann Groer, melakukan pelanggaran seksual. Vatikan tidak mengambil tindakan keras terhadap Groer. Mereka hanya mengabulkan permohonan pengunduran diri Groer dari jabatannya, yang telah diajukan sebelum kasus itu terungkap.
    Meskipun telah menerima pengunduran diri Groer, Vatikan membiarkannya tetap bekerja hingga musim gugur tahun itu. Dengan setengah hati ia menyampaikan permintaan maaf, setelah empat uskup membuat sebuah pernyataan bahwa mereka yakin tuduhan atas Groer benar adanya.
    Beberapa hari kemudian, dilaporkan ada seorang pastor yang melakukan pelanggaran seksual atas sekitar 20 anak di wilayah kekuasaannya.
    Kasus serupa dikabarkan juga terjadi di sekolah berasrama di Mehrerau Abbey, dan atas anak-anak anggota paduan suara terkenal Vienna Boys’ Choir.
    Swedia
    Pertengahan Desember lalu, seorang pastor yang diajukan ke meja hijau atas pelanggaran seksual kepada dua bocah laki-laki selama perjanan keliling Eropa, dibebaskan dari segala tuduhan. Catatan pengabdian pastor itu selama 31 tahun dinilai bersih.
    Namun anehnya, meskipun ia masih menempati posnya di Halland, pastor itu tidak lagi diizinkan berhubungan dengan anak-anak.
    Jerman
    “Puncak dari gunung es,” begitu kata Direktur Canisius College, Klaus Mertes, yang mengungkap pelanggaran seksual atas para siswanya. Selama puluhan tahun para uskup di Jerman menutup mata atas kasus tersebut.
    Menurut survei yang dilakukan Spiegel awal bulan Februari lalu atas 27 keuskupan yang ada di Jerman, sedikitnya 94 pastor dan anggota gereja lainnya diduga terlibat pelanggaran seksual anak-anak yang jumlahnya tidak terhitung, sejak tahun 1995.
    Sebanyak 24 dari 27 keuskupan menanggapi pertanyaan Spiegel. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga menjadi korban.
    Sebuah kelompok bernama Round Table for Care in Children’s Homes baru-baru ini menerbitkan laporan sementara yang memuat temuan-temuan mengejutkan. Mereka mendapati, banyak pelanggaran seksual atas anak-anak dan orang dewasa yang tinggal di rumah-rumah penampungan yang dikelola gereja sejak tahun 1950an. Separuh dari rumah penampungan itu milik gereja Katolik.
    Menurut laporan itu, dalam beberapa bulan terakhir lebih dari 150 korban datang menceritakan pelanggaran seksual yang mereka alami. Salah seorang di antara mereka adalah remaja perempuan berusia 15 tahun. Ketika ia duduk di kursi pengakuan dosa, remaja itu melihat pastornya melakukan mastubasi. Saat dirinya berusaha pergi, seorang biarawati yang mengurus rumah penampungan memukulinya. Hingga saat ini, belum ada penyelidikan yang sistematis atas sekolah, rumah penampungan, dan lainnya yang dikelola gereja Katolik di Jerman.

    Balas

    Posted by Anonymous on September 16, 2012 at 4:10 pm

    siapa nama kiai itu

    Balas

  16. Posted by Anonim on September 26, 2015 at 8:38 am

    rtgretrgf

    Balas

  17. Posted by Anonim on Juni 19, 2016 at 6:49 pm

    hahahahaha maklum keturunan dari nabi mereka…😀

    Balas

  18. Posted by pengetahuan quranhadits on September 3, 2016 at 2:04 pm

    genjrot semua dah , biar diampuni tuh dosanya , , terus masuk surga dapet bidadari tu kayak yang dijanjiin …
    Nih biar doktrinnya mantap!

    Quran Sura 52:17-20

    Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka. (Dikatakan kepada mereka): “Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan”, mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.

    QS 55:70-77

    Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik, yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.

    QS 56:35-36

    Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan,

    QS 78:33-44

    dan gadis-gadis remaja berdada montok yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: