Archive for the ‘RENUNGAN’ Category

PRINSIP MEKKAH DAN MEDINA: STANDAR GANDA MUSLIM ?

Prinsip yang berlaku disini adalah ketika orang Muslim berada pada posisi yang lemah, pesan Mekkah diberlakukan; ketika merekalah yang dominan, pesan Medina diberlakukan.

Oleh Fadillah Zubaidah

Fakta bahwa kebanyakan orang Muslim tidak kejam, bergantung di negara atau daerah mana muslim tinggal. Di negara-negara dimana orang Muslim lebih dominan, mereka cenderung bersikap lebih agresif (tend to be more aggressive).

Di negara-negara dimana orang Muslim adalah kelompok minoritas, mereka tidak terlalu keras. Dasarnya sudah ada sejak kelahiran Islam: Ketika Muhammad mempunyai sekelompok kecil pengikut di Mekkah, pesan yang diberikannya pada mereka bernada damai dan toleran (“Tidak ada paksaan dalam agama” adalah semboyan yang sangat favorit pada masa itu); ketika ia pindah ke Medina dan menegakkan dominasi, ia dan para pengikutnya menjadi lebih kejam (“Bunuhlah orang-orang kafir dimanapun kamu menjumpai mereka” adalah kalimat yang sangat menjadi favorit pada masa ini). Pesan yang diajarkannya setelah pindah ke Medina diwarnai dengan kekerasan. Baca lebih lanjut

Membuka Nalar Muslim: Islam Itu Sudah Pasti Salah

Di dalam agama lain kita mengenal ajaran trimurti, dosa waris, penebusan, inkarnasi, hukum karma, trinitas, dsb. Di dalam agama kita pun ada ajaran seperti tauhid, tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan, tuhan semacam robot yang dikontrol oleh 99 sifat, tuhan adalah alien yang tidak serupa dengan apapun, haji dapat menyucikan dosa, puasa Ramadhan dapat menyucikan dosa, rajin membaca sholawat nabi dijamin masuk surga, hafal 99 asmaul husna dijamin masuk surga, orang yang sebelum meninggal mengucapkan syahadat dijamin masuk surga, dst. dst. Itu semua merupakan dogma yang menuntut keimanan dan kebenarannya baru dapat kita buktikan setelah kita memasuki alam baka.

Herannya, kita yang muslim kerap mempersalahkan agama lain hanya karena kita tidak setuju dengan dogmanya, sementara itu, ajaran bejat dalam agama kita sendiri malah dianggap benar?

Sering saya mendengar kesaksian para mualaf yang bercerita kenapa mereka murtad dari agamanya yang lama, yaitu hanya karena mereka bingung atau tidak mengerti dengan dogmanya. Coba dipikir, dapatkah suatu agama divonis bersalah hanya karena suatu alasan yang tidak masuk akal, yaitu karena ajarannya membingungkan? Ibaratnya kita menuntut Einstein ke pengadilan karena dia telah mengajarkan teori relativitas dan alasan kita menuntutnya adalah “karena saya bingung oleh teorinya itu. Baca lebih lanjut

Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani

Siapakah yang mendanai kebangkitan Islam sejak 1973?

Abd al-Masih

Setiap negara memberlakukan pajak dan semua komunitas agama membutuhkan persembahan. Muhammad adalah seorang pedagang yang pragmatis. Sejak permulaan kegiatan religiusnya ia memberikan penekanan besar pada pajak, donasi dan pengeluaran-pengeluaran “bagi Allah”! dalam Qur’an ada 85 ayat mengenai hal ini. Para pakar hukum ke-4 mazhab hukum Islam menggunakan ayat-ayat ini sebagai dasar legislasi mereka. Mereka menunjukkan seberapa banyak yang harus diberikan seorang Muslim dan kepada siapa persembahan itu ditujukan.

Muhammad melangkah lebih jauh lagi dalam menghimbau orang untuk membayar pajak dan donasi, dengan memberi jaminan kepada para pendonor bahwa uang sumbangan mereka akan membersihkan “hati” mereka (Sura 9:102). Ia tidak ragu menyebut agama yang diajarkannya itu sebagai “urusan dagang dengan Allah” (Sura 35:29-30). Orang yang ingin memahami Islam harus memepelajari legislasi di dalam Qur’an mengenai iuran-iuran religius tersebut. Kemudian ia harus membandingkan legislasi ini dengan prinsip-prinsip dasar dalam Injil. Baca lebih lanjut

RAMADHAN: BULAN PENUH KEMUNAFIKAN

SELAMAT TINGGAL RAMADHAN: BULAN PENUH KEMUNAFIKAN

oleh Kareem Amer

Pada February 22, 2007, blogger Mesir Abdel Kareem Nabil Suleiman, yang lebih dikenal dengan nick Internetnya Kareem Amer, dihukum empat tahun penjara karena mengkritik Islam dan Presiden Mesir Husni Mubarak dalam blog pribadinya.

Artikel dibawah ini adalah terjemahan dari sebuah entry yang dia publikasikan setelah Ramadhan tahun 2006. Diterjemahkan kedalam bahasa inggris oleh Baal dan sukarelawan Faithfreedom lainnya.

Untuk pertama kalinya sejak berumur lima tahun, saya menemukan keberanian yang cukup dalam diri utk menolak puasa dibulan Ramadhan tahun ini. Meski segala macam kesulitan menimpa, halangan dan tantangan yang menggoda selama pengimplementasian keputusan ini. Baca lebih lanjut