Archive for the ‘SYARIAH’ Category

Bersetubuh dengan Mayat Diperbolehkan di Mesir

MESIR, KOMPAS.com – Di Mesir jika seorang suami atau istri baru saja meninggal, maka pasangan sahnya boleh “berhubungan suami-istri” dengannya. Syaratnya, usia si jasad tidak boleh lebih dari 6 jam. Itulah Undang-Undang yang kini sedang menjadi kontroversi di negeri Piramida itu. Undang-Undangnya bernama “Farewell Intercourse”  atau persetubuhan perpisahan.

Penulis warga Ahmed Tsar Blenzinky yang mengutip berita Dailymail.co.uk menyebutkan, persetubuhan perpisahan itu menjadi kontroversi karena Dewan Nasional Mesir untuk Perempuan (Egypt’s National Council for Women /NCW) saat ini sedang menggugat UU tersebut ke parlemen Mesir agar Undang-undang itu digagalkan. Bersamaan dengan gugatan Undang-undang itu, NCW juga mengajukan gugatan terhadap Undang-undang yang mengatakan, anak perempuan boleh menikah mulai usia 14. Alasan kedua gugatan itu adalah   Baca lebih lanjut

Dimana KEADILAN ISLAM ketika Dibutuhkan?

Seorang muslim Afghanistan berusia 40 tahun menyiksa pengantin wanitanya yang berusia 16 tahun selama 3 bulan berikut setelah pernikahannya. Dan pada akhirnya dia memotong hidung wanita tersebut, merebusnya dalam air mendidih, memotong kupingnya, serta mencukur rambutnya. Semua itu harus dialami si wanita hanya karena dia ingin melakukan hal yang ingin dilakukan setiap remaja yaitu pergi keluar…

http://www.justsickshit.com/2007/middle-east/where-is-islamic-justice-when-needed/

IMAM MUSLIM MENGATAKAN BAHWA TUJUAN MEREKA ADALAH MENJAJAH SELURUH DUNIA SECARA ISLAM

Hafiz Mohammad Saeed, seorang imam Muslim di Pakistan, mengatakan pada bulan Februari tahun ini, “Kami membenci demokrasi. Kami mau Islam menjajah seluruh dunia. Islam tidak memperbolehkan demokrasi atau pemilihan umum” (“Couble Standards in Pakistan’s Anti-terror Campaign,” Hinduonnet.com, 5 Agustus 2009). Saeed menyebut para pemimpin Pakistan sebagai “agen-agen Yahudi.” Seorang imam Muslim lainnya yang berbasis di Pakistan, Maulana Mohammad, setuju dengan Saeed, dan mengatakan bahwa “tidak ada ruang bagi demokrasi dalam Islam.”

ORANG-ORANG MUSLIM MEMBUNUH KRISTEN DI SOMALIA

Berikut ini disadur dari “Muslim Militants Slay Long-Time Christian,” Compass Direct, 18 September 2009: “Perjalanan iman seorang yang sudah lama menjadi Kristen secara tersembunyi di Somalia berakhir dalam tragedi minggu ini ketika militan-militan Islam yang menguasai sebuah checkpoint keamanan membunuh dia setelah menemukan Alkitab-Alkitab pada dirinya. Militan-militan dari ekstrimis Muslim al Shabaab membunuh Omar Khalafe, 69 tahun, pada hari Selasa (15 Sept.) di sebuah checkpoint yang mereka kuasai, 10 kilometer dari Merca, sebuah sumber Kristen memberitahu Compass….Bulan lalu, para ekstrimis al Shabaab yang sedang mencari bukti bahwa seorang lelaki Somali beralih dari Islam menjadi Kristen, menembak dia mati dekat perbatasan Somalia dengan Kenya….Di Mahadday Weyne, 100 kilometer (62 mil) sebelah utara dari ibukota Somalia, Mogadishu, para Islamis al Shabaab pada tanggal 20 Juli menembak mati seorang lain yang beralih dari Islam, Mohammed Sheikh Abdiraman, pada pukul 7 AM, para saksi mata memberitahu Compass….Para militan dilaporkan memenggal kepala tujuh orang Kristen pada tanggal 10 Juli. Reuters melaporkan bahwa mereka memenggal kepala dua orang bocah kecil di Somalia karena ayah mereka yang Kristen tidak mau membeberkan informasi tentang seorang pemimpin gereja.”

ORANG-ORANG MUSLIM DI AMERIKA MEMINTA PERLINDUNGAN

Berikut ini disadur dari “Muslim `Apostates,’ ” Washington Times, 25 Sept. 2009: “Lima orang mantan Muslim yang mendirikan sebuah grup bernama Former Muslim United (Mantan Muslim Bersatu), mengeluarkan sebuah permintaan publik hari Kamis kepada pemerintah AS untuk mendapatkan perlindungan, sambil mengatakan bahwa nyawa ribuan `pemurtad dari Islam’ berada dalam bahaya. Berbicara di hadapan konferensi pers di Capitol Hill, grup yang berasal dari Granada Hill, California itu mengambil contoh Fathima Rifqa Bary, seorang wanita 17 tahun dari Ohio yang bertobat masuk Kristen empat tahun lalu. Dia lalu lari ke Florida musim panas yang baru lalu ini karena ketakutan orang tuanya akan membunuh dia karena alasan `kehormatan. ‘ Ayahnya, menurut kesaksian sang wanita muda itu di pengadilan, telah mengancam akan membunuh dia….Wafa Sultan yang lahir di Siria, salah satu dari lima orang pendiri grup ini, telah menerima ancaman pembunuhan, kata grup tersebut, dan mereka memprediksi bahwa kasus-kasus seperti ini akan meningkat dan menjadi lebih buruk saat satu generasi Muslim yang lahir di AS, yang kebanyakan lahir dari orang tua imigran, menjadi dewasa. `Kita akan mendapatkan lebih banyak lagi Rifqa Bary di Amerika karena anak-anak memberontak, ‘ kata Nonie Darwish, direktur grup tersebut yang lahir di Mesir. `Saya kenal keluarga-keluarga di Los Angeles yang anak-anaknya tidak ikut ke Mesjid dan orang tua mereka mengancam mereka.’…. .Hukum Islam mengamanatkan kematian bagi lelaki dewasa yang murtad. Wanita yang murtad di penjara seumur hidup atau kadang-kadang dibunuh. Jika salah satu dari sepasang suami istri meninggalkan Islam, pernikahan itu dinyatakan gugur dan sang pemurtad kehilangan hak atas anak-anak… .. `Ada tendensi memandang enteng bahaya dari hukum Syariah dan Islamisasi di dunia Barat,’ kata Ibn Warraq, penulis buku `Leaving Islam’ (2003) yang lahir di Pakistan.’ `Sayap kiri bertendensi sangat kritis terhadap kekristenan tetapi tidak terhadap Islam,’ ia menambahkan. `Islam diperbolehkan untuk melakukan apa saja.’ …..Mrs. Darwish mengatakan bahwa dia telah melaporkan ancaman-ancaman pribadi terhadap dirinya kepada FBI, tetapi tidak ada apa-apa yang dilakukan. `Kami yang Amerika ini ketakutan akan hidup kami,’ dia mengatakan. `Tidak ada agama lain di bumi yang menuntut kematian bagi mereka yang meninggalkan agama tersebut – kecuali para mafia. Dan dalam kasus itu, minimal anda sendiri yang memilih untuk masuk mafia. Tetapi anda dilahirkan ke dalam Islam.'”

PERCOBAAN PEMBUNUHAN KEHORMATAN ISLAMI DI AMERIKA

Noor Al-Maleki 23 thn, dibunuh ayahnya, peristiwa 2009

Noor Al-Maleki 23 thn, dibunuh ayahnya, peristiwa 2009

Menurut polisi di Peoria, Arizona, Falen Hassan Almaleki dituduh sengaja menabrak putrinya (dengan mobil) pada tanggal 20 Oktober karena dia telah menjadi terlalu “kebarat-baratan” (“Police: Strict Iraqi Father Ran Daughter Down,” myfoxphoenix.com, 22 Okt. 2009). Wanita berumur 22 tahun tersebut, Noor, masuk rumah sakit dengan luka-luka yang membahayakan hidupnya. Sepertinya ini adalah sebuah percobaan “pembunuhan kehormatan” (honor killing), yang didefinisikan oleh Human Rights Watch sebagai “tindakan-tindakan kekerasan, biasanya pembunuhan, yang dilakukan oleh anggota keluarga laki-laki terhadap anggota keluarga wanita, yang ditenggarai telah mendatangkan kehinaan bagi keluarga.” Hal ini sangat sering terjadi di Timur Tengah dan Turki. Menurut PBB, 5000 wanita dibunuh setiap tahun (“Murder in the Family,” Fox News, 26 Juli 2008). Para pelakunya biasanya bebas atau kena hukuman ringan. Para pembela Islam berpura-pura bahwa pembunuhan-pembunuhan kehormatan ini berasal dari “kebudayaan” setempat dan bukanlah produk Islam, tetapi Jihad Watch melaporkan bahwa di tahun 2003, Parlemen Yordania memilih untuk menolak sebuah undang-undang yang akan memperberat hukuman bagi pembunuhan kehormatan, dengan ALASAN-ALASAN ISLAMI, dan Al-Jazeera melaporkan bahwa “para Islamis dan konservatif mengatakan bahwa hukum tersebut melanggar tradisi religius dan akan menghancurkan nilai-nilai dan keluarga” Baca lebih lanjut

Seorang Kiai Cabuli 30 Puluh Santri demi Hapus Dosa

Metrotvnews.com, Batang: Seorang kiai di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan santrinya. Tak terima atas perlakuan itu, santri-santri tersebut melaporkan ulah sang kiai ke polisi. 

Sejumlah santri datang ke Mapolres Batang didampingi pengurus pondok pesantren. Mereka menyebut, sang kiai telah mencabuli 30 santri sejak 2005 hingga sekarang. Parahnya, tindakan tersebut diakui sang kiai sebagai penghapusan dosa.

Kejadian itu terkuak setelah salah seorang korban bercerita ke salah satu pengurus pondok pesantren. Korban mengaku pelecehan seksual yang diterima mereka mulai dari diminta untuk memegang alat vital hingga disodomi. Selain itu, mereka juga mengaku dipaksa melakukan karena terdoktrin ucapan sang kiai bahwa apa yang dilakukan itu untuk menghapus dosa yang akan datang.

Namun hingga kini, ketua pengurus pondok pesantren belum dapat dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.