Teori Konspirasi 11 September: Fitnah Berdarah Yang Baru

Kebiadaban 9/11 diinspirasi oleh Quran; dirancang oleh para mujahid Muslim; dilaksanakan oleh para pejuang Islam; diagungkan oleh orang-orang Muslim sebagai kemenangan besar mereka dan dengan sukaria dirayakan di seluruh dunia Muslim.

Oleh: ALI SINA

Lebih dari satu dekade setelah tragedi 9/11 teori-teori konspirasi masih bermunculan. Adalah penting untuk mengetahui kebenaran dan apa yang mengompori konspirasi ini. Sebagian dari kedua hal tersebut adalah karena gampang ditipu dan kebodohan. Banyak orang yang bodoh. Mereka malas berpikir secara kritis. Jika anda percaya atau masih percaya pada konspirasi ini, saya berharap setelah anda membaca artikel ini anda akan mengakui bahwa anda ada di antara barisan orang-orang bodoh. Tapi jangan bersedih. Pengakuan ini akan menjadi permulaan dari pencerahan anda. Anda harus kuatir jika anda terus mempercayai konspirasi ini. Orang-orang bodoh senantiasa dimanfaatkan oleh tangan-tangan licik untuk menjadi alat kejahatan. Orang-orang bodoh itu berbahaya.

Konspirasi ini adalah kejahatan semata. Ia dibuat oleh orang-orang yang sangat jahat dan dipercayai oleh orang-orang yang sangat bodoh. Ia dirancang secara licik sebagai sebuah penyangkalan berdarah yang baru. Saya akan menjelaskannya pada akhir artikel ini. Tetapi pertama-tama ijinkan saya untuk memaparkan kekeliruan klaim tersebut. Artikel ini berdasarkan pada logika dan sains, bukan merupakan agenda politik. Silahkan melihat klaim tersebut terlebih dahulu pada 911-conspiracy.

Nah, kelihatannya meyakinkan bukan? Kini marilah kita membahas klaim-klaim tersebut satu demi satu dan menyingkapkan penipuannya. Berikut adalah mitos-mitos yang dikemukakan: (Read More ….)

 

 

 

PRINSIP MEKKAH DAN MEDINA: STANDAR GANDA MUSLIM ?

Prinsip yang berlaku disini adalah ketika orang Muslim berada pada posisi yang lemah, pesan Mekkah diberlakukan; ketika merekalah yang dominan, pesan Medina diberlakukan.

Oleh Fadillah Zubaidah

Fakta bahwa kebanyakan orang Muslim tidak kejam, bergantung di negara atau daerah mana muslim tinggal. Di negara-negara dimana orang Muslim lebih dominan, mereka cenderung bersikap lebih agresif (tend to be more aggressive).

Di negara-negara dimana orang Muslim adalah kelompok minoritas, mereka tidak terlalu keras. Dasarnya sudah ada sejak kelahiran Islam: Ketika Muhammad mempunyai sekelompok kecil pengikut di Mekkah, pesan yang diberikannya pada mereka bernada damai dan toleran (“Tidak ada paksaan dalam agama” adalah semboyan yang sangat favorit pada masa itu); ketika ia pindah ke Medina dan menegakkan dominasi, ia dan para pengikutnya menjadi lebih kejam (“Bunuhlah orang-orang kafir dimanapun kamu menjumpai mereka” adalah kalimat yang sangat menjadi favorit pada masa ini). Pesan yang diajarkannya setelah pindah ke Medina diwarnai dengan kekerasan. Lanjutkan membaca

Indahnya Bulan Puasa menuju bulan penuh kemenangan :)

Mairil, Tradisi Seks-sejenis di Pesantren

Judul : Mairil, Sepenggal Kisah Biru di Pesantren

Penulis : Syarifuddin

Penerbit : P_Idea, Jogjakarta

Cetakan 1 : 2005

Tebal : viii + 254

Igama – Selama ini dunia pesantren dikenal sangat lekat dengan nuansa agama. Setiap pagi, siang, sore hingga malam hari kegiatan-kegiatan yang diajarkan di pesantren selalu berkaitan dengan (pendalaman) agama. Ngaji, tadarus, shalat berjamaah adalah beberapa kegiatan rutin di dalamnya.

Namun, siapa yang mengira di balik kentalnya nuansa agama yang ada di pesantren ternyata menyimpan cerita-cerita miris yang sangat bertentangan dengan (doktrin) agama? Buku dengan judul Mairil, Sepenggal Kisah Biru di Pesantren yang ditulis oleh Syarifuddin ini mengungkap secara transparan perilaku-perilaku menyimpang di dunia pesantren, terutama yang berkaitan dengan penyimpangan seksual santri.

Ibarat lokalisasi, pesantren sering dijadikan tempat untuk menyalurkan hasrat libido santri pada santri lain. Bedanya, kalau di lokalisasi berlaku hukum pasar, yaitu terjadi transaksi antara penjual dan pembeli. Di pesantren kegiatan itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan umumnya dilakukan di tengah malam ketika “korban” sedang tertidur lelap. Lanjutkan membaca

Ditolak di UGM, Ini Tanggapan Irshad Manji

Bagus Kurniawan – detikNews, Rabu, 09/05/2012 12:45 WIB
Yogyakarta – Bedah buku ‘Allah, Liberty and Love‘ karya Irshad Manji urung digelar di UGM Yogyakarta, Rabu (9/5/2012). Ormas dan aktivis mahasiwa menolak acara itu. Apa tanggapan Irshad Manji?

Warga Kanada itu mengaku kecewa dan mempertanyakan mengapa UGM sebagai tempat para intelektual membatalkan acara tersebut. Itu diungkapkan Irshad Manji dalam bahasa Inggris di hadapan para peserta yang sedianya akan mengikuti diskusi di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM di Jl. Teknika Utara, Yogyakarta.

“Mengapa pimpinan di sini mengeluarkan surat itu. Ini seharusnya bisa berlanjut. Sultan sendiri saja bisa berdialog,” kata Irshad sebelum meninggalkan ruang diskusi.

Irshad berterima kasih kepada para peserta/mahasiswa yang hadir, meski kegiatan yang diselenggarakan Center of Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS) urung digelar.

Menurut dia, pelarangan diskusi itu patut disayangkan. Sebab di Indonesia saat ini sudah ada kebebasan sehingga seharusnya hal itu bisa dimanfaatkan dengan baik atau berlanjut. Namun kenyataannya ada pelarangan kegiatan yang bersifat intelektual. Lanjutkan membaca

Bersetubuh dengan Mayat Diperbolehkan di Mesir

MESIR, KOMPAS.com – Di Mesir jika seorang suami atau istri baru saja meninggal, maka pasangan sahnya boleh “berhubungan suami-istri” dengannya. Syaratnya, usia si jasad tidak boleh lebih dari 6 jam. Itulah Undang-Undang yang kini sedang menjadi kontroversi di negeri Piramida itu. Undang-Undangnya bernama “Farewell Intercourse”  atau persetubuhan perpisahan.

Penulis warga Ahmed Tsar Blenzinky yang mengutip berita Dailymail.co.uk menyebutkan, persetubuhan perpisahan itu menjadi kontroversi karena Dewan Nasional Mesir untuk Perempuan (Egypt’s National Council for Women /NCW) saat ini sedang menggugat UU tersebut ke parlemen Mesir agar Undang-undang itu digagalkan. Bersamaan dengan gugatan Undang-undang itu, NCW juga mengajukan gugatan terhadap Undang-undang yang mengatakan, anak perempuan boleh menikah mulai usia 14. Alasan kedua gugatan itu adalah   Lanjutkan membaca

MUFTI MUHAMMAD HUSSEIN MENGUTIP MUHAMMAD DALAM SERUAN UNTUK MEMBUNUH YAHUDI

Sheikh Muhammad Hussein

Berikut ini disadur dari “Fatah’s Top Religious Authority Calls for Genocide of Jews,” StoneGateInstitute.org, 16 Jan. 2012: “Minggu lalu, pemimpin agama utama dalam Palestinian Authority, Mufti Muhammad Hussein, mengatakan bahwa pembunuhan Yahudi adalah tujuan agamawi dalam Islam. Dalam suatu acara untuk merayakan ulang tahun ke-47 pendirian Fatah, dia mengutip Hadits (tradisi Islam yang berasal dari Muhammad) bahwa Hari Kebangkitan tidak akan datang sebelum orang-orang Muslim berperang melawan Yahudi dan membunuh mereka: ‘Hari itu [Kebangkitan] tidak akan datang sebelum kamu melawan orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi akan bersembunyi di balik bebatuan atau pohon. Lalu batu-batu dan pohon-pohon itu akan berseru: Oh Muslim, hamba Allah, ada seorang Yahudi di belakangku, datanglah dan bunuh dia.’ Palestinian Media Watch melaporkan secara rutin selama kampanye teror oleh PA (Intifada, 2000-2005) tentang penggunaan Hadits ini berulang kali oleh para imam di TV resmi PA untuk memotivasi orang-orang Palestina melakukan serangan teror, mengkhotbahkan bahwa orang-orang Muslim memiliki kewajiban Islami untuk membunuh orang Yahudi. …Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Israel Project tahun lalu, menemukan bahwa 73% orang Palestina percaya Hadits ini (Juli 2011, Greenberg Quinlan Rosner.] Moderator yang memperkenalkan Mufti tersebut di acara Fatah itu minggu lalu, mengulangi kepercayaan Islam lainnya; bahwa orang Yahudi adalah keturunan kera dan babi: ‘Perang kami melawan keturunan kera dan babi (yaitu orang Yahudi) adalah perang agama dan iman.’ Mufti tersebut tidak menentang pernyataan penuh kebencian tersebut bahwa Islam sedang berada dalam perang agama melawan orang Yahudi, tetapi malah menambahkan bahwa tujuan Islam adalah membunuh Yahudi. …Mufti tersebut menekankan bahwa kepercayaan Islam bahwa Yahudi akan dibunuh oleh Muslim sebagai pemicu Kebangkitan, adalah kepercayaan Islam yang otentik karena muncul dalam Hadits koleksi Al-Bukhari yang dapat dipercaya.”