Believe It or Not : Ibadah Gereja HKBP Filadelfia Tambun, Bekasi 26 Februari 2012

BELIEVE IT OR NOT  (Only in Indonesia)


Jemaat gereja HKBP Filadelfia, Tambun Bekasi, melaksanakan ibadah hari Minggu 26 Februari 2012 (foto 1). Sementara itu hanya empat meter di seberangnya, sekelompok massa memasang 4 (empat) SPEAKER TOA dan 4 (empat) SPEAKER LAPANGAN (foto 2) dihadapkan langsung tepat ke jemaat yang sedang melaksanakan ibadah, dan mereka memutar lagu-lagu padang pasir (panas … ) selama ibadah berlangsung. Di seputar lokasi, aparat keamanan (foto 3) menjaga dengan tenangnya. You can imagine if you were one of the church member in there. Believe it or not : only in Indonesia!  (Dapat Anda bayangkan jika anda adalah salah satu anggota gereja di sana. Percayai atau Tidak : Kejadian ini HANYA di INDONESIA)

Silahkan disimak langsung kejadiannya di youtube : <http://www.youtube.com/watch?v=XHmtH4wEguw>

Ibadah HKBP Filadelfia, Tambun, Bekasi 26 Februari 2012

<http://www.youtube.com/watch?v=XHmtH4wEguw>

Suasana ibadah Gereja HKBP Filadelfia, Desa Jejalen, Tambun, Bekasi. Ibadah ini ditingkahi dengan suara hiruk pikuk dari pengeras suara yang sengaja diarahkan ke lokasi ibadah. Telinga sampai sakit dan akhirnya suasana ibadah hiruk pikuk, apapun yang diperdengarkan di dalam ibadah tidak terdengar lagi.

* * * * *

“Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.” (Yohanes 16:1-4  Sabda Sang Firman Allah: Tuhan YESUS Kristus)

Para Pemuda Hamas Lakukan Aksi PEDOFIL 450 Gadis Cilik

Pernikahan masal antara pemuda-pemuda hamas dengan 450 ANAK GADIS BERUMUR 6-9 TAHUN (Inilah cara Muslim mengikuti sunnah nabi???)

Cerita Tentang Ormas Versi @erwinarnada

SalingSilang.com – Minggu siang, 12 Februari 2012, Erwin Arnada (@erwinarnada), membuat serial tweet, mengungkap fakta baru di balik proses peradilan pidana yang dialaminya, saat menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Indonesia. Ia menceritakan pengalamannya berurusan dengan salah satu Ormas yang ikut melaporkan dirinya ke Polisi  dalam kasus pidana Majalah Playboy Indonesia.

Sekadar mengingatkan. Dalam kasus Playboy, di tingkat kasasi, Erwin  sempat dijatuhi hukuman 2 tahun penjara oleh MA.  Sebelumnya, di Pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan tahap banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Erwin Arnada dinyatakan bebas dari dakwaan jaksa penuntut. Lalu, jaksa kemudian mengajukan kasasi.

Erwin, bebas setelah Peninjauan Kembali yang diajukan Erwin, diterima oleh MA. Berikut serial tweet @erwinarnada mengenai ormas tersebut:

  1. @erwinarnada: Nih ya, buat yg ngeyel belain ormas pengacau itu.Gw ceritain gimana mrk sangat ‘ekonomis’ , artinya koar- koar Allahu Akbar demi uang. Lanjutkan membaca

Dimana KEADILAN ISLAM ketika Dibutuhkan?

Seorang muslim Afghanistan berusia 40 tahun menyiksa pengantin wanitanya yang berusia 16 tahun selama 3 bulan berikut setelah pernikahannya. Dan pada akhirnya dia memotong hidung wanita tersebut, merebusnya dalam air mendidih, memotong kupingnya, serta mencukur rambutnya. Semua itu harus dialami si wanita hanya karena dia ingin melakukan hal yang ingin dilakukan setiap remaja yaitu pergi keluar…

http://www.justsickshit.com/2007/middle-east/where-is-islamic-justice-when-needed/

Langka dan Unik: Massa FPI – Front Jihad Bentrok di PN Yogya


Videonya di SINI ya

VIVAnews – Massa Front Pembela Islam (FPI) sempat terlibat bentrok dengan massa Front Jihad Islam (FJI) di Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta, Selasa 28 Februari 2012 sekitar pukul 14.15 WIB. Mereka saling lempar batu.

Kericuhan terjadi  sekitar 10 menit, mengakibatkan salah satu kameramen terluka di bagian pelipis, terkena lemparan batu. Salah satu anggota FPI mengatakan, bentrok diduga dipicu ucapan “Banci, beraninya ke perempuan”, oleh massa FJI.

Beruntung kericuhan tak meluas, dan segera bisa dihalau oleh aparat keamanan. Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Donni Siswoyo mengatakan bahwa kepolsian tak menduga bentrok akan terjadi. “Ini sudah kami amankan,” kata dia.

Antisipasi ke depan akan dilakukan. “Polresta akan menambah personel,” kata dia.

Untuk diketahui, hari ini massa FPI menghadiri persidangan kasus penganiayaan dengan terdakwa Ketua Front Pembela Islam (FPI) wilayah DI Yogyakarta, Bambang Teddy.

Agenda sidang hari ini  mendengar keterangan saksi korban, Erna Afriyanti, yang adalah sekretaris FJI Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebelumnya, keributan juga sempat terjadi lantaran simpatisan FPI yang memprotes karena tak bisa memasuki ruang sidang. Karena keterbatasan ruang, polisi hanya mengizinkan sebagian dari mereka masuk. (eh)

BERITA TERKAIT

IMAM MUSLIM MENGATAKAN BAHWA TUJUAN MEREKA ADALAH MENJAJAH SELURUH DUNIA SECARA ISLAM

Hafiz Mohammad Saeed, seorang imam Muslim di Pakistan, mengatakan pada bulan Februari tahun ini, “Kami membenci demokrasi. Kami mau Islam menjajah seluruh dunia. Islam tidak memperbolehkan demokrasi atau pemilihan umum” (“Couble Standards in Pakistan’s Anti-terror Campaign,” Hinduonnet.com, 5 Agustus 2009). Saeed menyebut para pemimpin Pakistan sebagai “agen-agen Yahudi.” Seorang imam Muslim lainnya yang berbasis di Pakistan, Maulana Mohammad, setuju dengan Saeed, dan mengatakan bahwa “tidak ada ruang bagi demokrasi dalam Islam.”

ORANG-ORANG MUSLIM MEMBUNUH KRISTEN DI SOMALIA

Berikut ini disadur dari “Muslim Militants Slay Long-Time Christian,” Compass Direct, 18 September 2009: “Perjalanan iman seorang yang sudah lama menjadi Kristen secara tersembunyi di Somalia berakhir dalam tragedi minggu ini ketika militan-militan Islam yang menguasai sebuah checkpoint keamanan membunuh dia setelah menemukan Alkitab-Alkitab pada dirinya. Militan-militan dari ekstrimis Muslim al Shabaab membunuh Omar Khalafe, 69 tahun, pada hari Selasa (15 Sept.) di sebuah checkpoint yang mereka kuasai, 10 kilometer dari Merca, sebuah sumber Kristen memberitahu Compass….Bulan lalu, para ekstrimis al Shabaab yang sedang mencari bukti bahwa seorang lelaki Somali beralih dari Islam menjadi Kristen, menembak dia mati dekat perbatasan Somalia dengan Kenya….Di Mahadday Weyne, 100 kilometer (62 mil) sebelah utara dari ibukota Somalia, Mogadishu, para Islamis al Shabaab pada tanggal 20 Juli menembak mati seorang lain yang beralih dari Islam, Mohammed Sheikh Abdiraman, pada pukul 7 AM, para saksi mata memberitahu Compass….Para militan dilaporkan memenggal kepala tujuh orang Kristen pada tanggal 10 Juli. Reuters melaporkan bahwa mereka memenggal kepala dua orang bocah kecil di Somalia karena ayah mereka yang Kristen tidak mau membeberkan informasi tentang seorang pemimpin gereja.”